PDIP Tetap Tak Usung Eks Napi Korupsi di Pilkada Meski Diizinkan Lewat Putusan MK

PDIP Tetap Tak Usung Eks Napi Korupsi di Pilkada Meski Diizinkan Lewat Putusan MK
POLITIK | 11 Desember 2019 16:21 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Arif Wibowo menegaskan pihaknya tidak akan mengusulkan mantan napi korupsi maju dalam Pilkada. Meskipun berdasarkan keputusan MK, napi koruptor bisa ikut Pilkada dengan sejumlah syarat. Salah satunya, napi kasus korupsi bisa ikut Pilkada setelah 5 tahun yang bersangkutan selesai menjalani hukuman.

"Kalau keputusannya berbunyi kayak begitu ya boleh. Tapi apakah partai-partai akan mengusulkan yang saya katakan bahwa PDI Perjuangan tidak akan mengusulkan, harus komplit nulisnya," ujar dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/12).

Terkait jangka selang waktu 5 tahun tersebut, dia menilai tidak terlampau lama. Dalam putusan tersebut, para mantan napi korupsi juga harus mengumumkan pada publik bahwa dirinya pernah tersangkut kasus korupsi.

"Saya kira pertimbangannya jelas kalau dia tidak berulang-ulang, tidak mengulangi kejahatannya harus mengumumkan pada publik karena ada kasus juga ada putusan jatuh dia terpidana tapi kemudian dia menyembunyikan dan dia mendaftar di KPU dan KPU tidak tahu Maka diloloskan kalau seperti itu bagaimana?," ujar dia.

Baca Selanjutnya: Hasil Putusan MK...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami