Pemerintah Ngotot Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, PKS bilang, 'Khawatir Matahari Kembar'

Pemerintah Ngotot Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, PKS bilang, 'Khawatir Matahari Kembar'
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 9 Oktober 2021 16:28 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai alasan pemerintah tidak masuk akal terkait keinginan Pemilu Serentak 2024 yang digelar pada 15 Mei, karena khawatir hasil pemilunya akan keluar terlalu cepat atau Dapat menjadi klaster Covid-19. Sebab dia berkaca pada Pilkada 2020 sukses diselenggarakan tanpa munculnya klaster Covid-19.

"Nah yang saya masih belum terima alasannya masih terlalu naif dimundurkan karena khawatir kerumunan, khawatir nanti terlalu cepat, khawatir nanti Covid-19," katanya dalam diskusi daring, Sabtu (9/10).

Sebab itu dia menjelaskan alasan yang masuk akal adalah adanya kekhawatiran matahari kembar atau adanya dua orang presiden yakni, Presiden Jokowi dan presiden yang terpilih.

Padahal, kata dia konstitusi sudah jelas menyebutkan bahwa Jokowi masih tetap memimpin hingga masa jabatannya habis yakni 20 Oktober.

"Salah satu yang agak nyambung khawatir ada dua matahari kembar sampai bulan Februari katakan kita selesai dari April dan Mei, dan dari April, Mei sampai Oktober masa jabatan itu sudah ada presiden terpilih sama definitif. Padahal buat saya, saya yakin siapa pun yang terpilih tidak akan cawe-cawe gangguin Pak Jokowi," ucapnya.

Menurut Mardani keputusan tanggal Pemilu Serentak 2024 tidak bisa ditunda lagi, karena berkaitan dengan tahapan-tahapan pemilu. Hal tersebut sesuai dengan konstitusional Pemilu digelar setiap 5 tahun sekali. dan jika melanggar konstitusi akan berbahaya untuk Jokowi.

"Karena itu walau kita menunda dan kita akan menabrak konstitusi dan repot sekali presiden nama konstitusi, jadi bisa kita macem-macemin tuh," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
PDIP Keberatan Usul Pemerintah Pemilu 2024 Digelar 15 Mei
PPP: Lebih Rasional Memajukan Jadwal Pemilu Ke Maret, Daripada Mundur ke Mei 2024
PKB Soal Usulan Pemilu 15 Mei 2024: Harus Bersiap Hadapi Kekacauan Tahapan Pilkada
Bawaslu: Semakin Banyak Partisipasi Publik, Maka Potensi Pelanggaran Pemilu Menyempit
Pemerintah Usul Pemilu 2024 Dilaksanakan 15 Mei

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami