Pemilu 2019, PPP tak ingin bernasib sama seperti partai pendukung SBY di 2009

Pemilu 2019, PPP tak ingin bernasib sama seperti partai pendukung SBY di 2009
Romahurmuziy di Munas Alim Ulama PPP. ©2018 Merdeka.com/Dian Ade Permana
POLITIK | 13 April 2018 16:33 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai menyiapkan skenario untuk menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 yang dilaksanakan secara bersamaan. Salah satunya, dengan mendorong Ketua Umum Romarhumuziy sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Romi, panggilan Romahurmuziy, PPP tak ingin menjadi korban teori ekor jas. Dia mencontohkan, pada Pemilu 2009 banyak partai politik yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden. Namun yang terjadi, seluruh partai pendukung tersebut perolehan suaranya menurun.

"Sementara yang naik hanya partainya pak SBY. Kita tidak ingin itu, makanya partai politik harus mencalonkan ketua umumnya menjadi presiden atau wakil presiden," jelasnya saat pembukaan Munas Alim Ulama di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (13/4).

Namun, lanjut Romi, karena PPP hanya mempunyai 39 kursi d DPR, maka harus berkoalisi dengan partai lain. Syarat minimal untuk mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden adalah memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.

"PPP sudah pasti mendukung pak Jokowi. Tapi saat ini ada lima partai yang juga mendukung, soal nama pendamping ini harus dirumuskan bersama," ujarnya.

Karena pilihan mendukung Jokowi ini, PPP disebut partai semangka, luarnya hijau tapi dalamnya merah. "Jadi, kan tidak bisa serta merta partai Islam koalisi dengan partai Islam, partai nasionalis dengan nasionalis. Jika itu yang terjadi, tidak ada penambahan konstituen. Koalisi itu harus memperbanyak suara," tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, disebut partner in competition. Yakni bersatu di pemilihan eksekutif tapi bersaing di legislatif. "Ini kondisinya saat ini, PPP harus siap dengan perubahan. Jika adaptasi berjalan baik, maka kita bisa menjadi partai tiga besar di Pemilu 2019," kata Romi.

Namun sebelum bergerak untuk Pemilu 2019, Romi meminta jajarannya untuk berkonsentrasi menghadapi Pilkada 2018. Dia berharap agar seluruh calon yang diusung PPP mampu meraih kemenangan. (mdk/rzk)


Di Munas alim ulama, PPP tak sodorkan kandidat cawapres Jokowi
PPP sindir etika Cak Imin yang deklarasi cawapres Jokowi
Deklarasi Ketum PPP cawapres Jokowi tunggu fatwa kiai 34 provinsi
PKS: Jika Jokowi kampanye pakai pesawat Kepresidenan, calon lain boleh juga dong
Munas Alim Ulama PPP akan bahas konfigurasi Pilpres dan cawapres Jokowi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami