Pemuda Peduli Soeharto Laporkan Ahmad Basarah ke Bawaslu

POLITIK | 5 Desember 2018 16:54 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kelompok yang menamakan Pemuda Peduli Soeharto melaporkan salah satu jubir tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Basarah ke Bawaslu. Basarah melontarkan pernyataan Soeharto guru korupsi Indonesia yang dinilai sebuah pelanggaran kampanye.

Kapten Indonesia Oktoberiandi selaku pelapor menjelaskan, Basarah melanggar pasal 280 ayat (1) huruf c Jo. Pasal 521 UU No.7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Dalam pasal 280 ayat 1 berbunyi bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang mempersoalkan dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bentuk kesatuan RI. Serta melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan.

"Kami pemuda peduli Suharto dan tim advokasi datang ke sini untuk laporkan Ahmad basarah yang berucap Pak Harto guru korupsi. Langgar UU pemilu pasal 280 ayat 1 huruf c," kata Oktoberiandi di Bawaslu, Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan, Basarah seharusnya tidak melontarkan ucapan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Dia mengklaim bahwa Soeharto tidak pernah diputus karena kasus korupsi. Terlebih kata dia, Basarah mengacu pada TAP MPR Nomer 11 Tahun 1998.

"Menurut kami tindakan itu tak terpuji. Alasannya apa yang diucapkan dia tak sesuai dengan fakta yang terjadi. Dia bilang guru korupsi. Padahal kita semua tahu Soeharto tak pernah diputus secara inkracht sebagai pemain korupsi," ungkap Oktoberiandi.

Kemudian dengan membawa sejumlah bukti dan saksi dia yakin Bawaslu akan bertindak. Serta memanggil Basarah untuk diusut tuntas. Lalu dia juga berharap Bawaslu bisa memeriksa Basarah sesuai dengan UU yang berlaku.

Tidak hanya itu, dia juga berharap, agar tidak tebang pilih dalam proses tersebut. Terlebih kata dia, pihaknya ingin pesta demokrasi dilakukan dengan jujur, adil dan damai.

"Jadi siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap UU Pemilu, siapa pun orangnya baik itu dari tim Pak Jokowi atau Pak Prabowo siapa pun yang melanggar diperiksa semua," kata Oktoberiandi.

Klaim Pelaporan Bukan Atas Nama Partai Berkarya

Oktoberiandi yang juga wasekjen pemuda dan olahraga DPP Partai Berkarya mengaku laporan tersebut tak ada kaitan dengan partainya. Dia mengklaim laporan tersebut adalah bentuk insiatifnya sendiri.

"Tidak. Ada advokat, kami bukan atas nama Partai Berkarya. Tapi saya ketua umum angkatan muda Partai Berkarya. Tapi kami inisiatif sendiri," ungkap Oktoberiandi.

Sebelumnya, Basarah dilaporkan oleh seorang warga bernama Rizka Prihandy atas dugaan Tindak Pidana Pasal 156 KUHP Jo Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Yang melaporkan adalah warga negara Indonesia yang punya kebanggaan kepada Soeharto. Melaporkan Ahmad Basarah karena pernyataannya di media yang menyebut Soeharto bapak korupsi dan guru korupsi," ujar kuasa hukum Rizka Priandy, Heryanto di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin 3 Desember 2018 malam.

Heryanto mengatakan, Ahmad Basarah sudah memberikan komentar yang memberikan kesan buruk di media massa.Dalam laporan itu, ia membawa sejumlah barang bukti berupa kliping dari media online. (mdk/rnd)

Baca juga:
Berkarya: Soeharto Pemimpin Tegas, Menumpas PKI dan Bapak Pembangunan
Partai Berkarya: Ideologi Kami Adalah Soeharto
PDIP Pasang Badan Ahmad Basarah Dipolisikan Karena 'Soeharto Guru Korupsi'
Dipolisikan Soal Soeharto 'Guru Korupsi', Basarah Anggap Hal yang Biasa
Reaksi PDIP Soal 'Soeharto Guru Korupsi' Ahmad Basarah Dipolisikan
Gara-gara Soeharto Guru Korupsi, Ahmad Basarah Dipolisikan
Tak Cuma di Polda Metro, Ahmad Basarah Juga Dilaporkan ke Bareskrim

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.