Pemulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

POLITIK | 9 Juli 2019 13:12 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membenarkan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto memberi syarat pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab untuk rekonsiliasi. Selain itu Prabowo, juga ingin para tokoh yang ditahan Polisi segera dibebaskan.

"Ya, keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Habib Rizieq). Kemarin-kemarin kan banyak ditahan-tahanin ratusan orang," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7).

Dia menjelaskan, saat rekonsiliasi tidak boleh lagi ada dendam apapun. Serta menghilangkan perbedaan di masyarakat.

"Atau rekonsiliasi tidak mungkin terjadi kalau kemudian suasana dan pikiran itu juga terjadi. suasana itu harus diredakan, harus dikendurkan sehingga islah itu menjadi sesuatu yang kuat," ungkapnya.

Muzani tidak ingin rekonsiliasi hanya menjadi pencitraan. Tetapi harus menghasilkan suatu hal yang penting bagi masyarakat.

"Sehingga itu yang kita sampaikan pada kawan-kawan bahwa rekonsiliasi, islah, penyatuan, itu akan terjadi sebagai sesuatu yang genuine. Dan kita sampaikan itu, semuanya. ya tidak boleh ada proses kriminalisasi, dan seterusnya," ucapnya.

Dia menambahkan, Prabowo tidak memberikan syarat apapun lagi selain pembebasan dan pemulangan tokoh. Pasalnya, lanjut Muzani, yang terpenting adalah menghilangkan perbedaan di masyarakat.

"Enggak ada. Pokoknya yang penting adalah bagaimana perbedaan paham, perbedaan pandangan perbedaan pilihan di masyarakat ini kemudian menjadi sesuatu yang cari sehingga ada energi bagi bangsa Indonesia," tandas Muzani.

Baca juga:
Sebelum Jokowi Godok Menteri, PDIP Nilai Proses Rekonsiliasi Sangat Penting
Moeldoko Ingatkan Rekonsiliasi Tak Berarti Negosiasi
Di Acara ICMI, JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo Usai Rusuh 22 Mei
Cak Imin Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo: Bukan Prioritas
TKN Jokowi: Rekonsiliasi Bukan Untuk Negosiasi Kasus Hukum

(mdk/fik)