Pendukung Zulhas Teriak 'Lanjutkan', Amien Rais Sebut 'Ini Bukan Partai Kampungan

POLITIK | 7 Desember 2019 14:24 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais menegur sejumlah kader yang berteriak 'lanjutkan' saat dia sedang memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN kelima di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12).

Teriakan itu ditujukan ke Zulkifli Hasan sebagai calon petahana ketua umum. Amien pun melarang teriakan tersebut.

"Jadi boleh anda lanjutkan atau tidak lanjutkan, satu periode, saya hanya tersenyum karena sudah ada di lauhul mahfudz siapa yang akan jadi ketua umum kita nanti," kata Amien di lokasi Rakernas.

Kata-kata 'lanjutkan' terus disuarakan pendukung Zulhas selama Amien Rais memberikan sambutan, Amien pun geram dan mengatakan tindakan itu kampungan.

"Lanjutkan belum tentu ya. Jangan mendahului takdir ya. Anda jangan sorak-sorak seperti itu, tidak layak. Ini bukan partai kampungan. Wassalamualaikum," tutup Amien.

1 dari 1 halaman

Zulhas Pasangan Badan Atas Kegagalan PAN di Pemilu Lalu

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas mengaku paling bertanggungjawab atas kegagalan PAN dalam Pemilu 2019. PAN yang hanya menduduki posisi ke-7 dalam pemilu lalu.

"Tentu itu menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua umum Partai Amanat Nasional karena sayalah yang diberikan mandat pada kongres yang lalu," katanya.

Menurut dia, PAN pada pemilu lalu menargetkan kursi legislatif sebanyak 60 kursi dan hanya mencapai 44.

Menurutnya, Pemilu 2019 lalu merupakan tantangan yang berat bagi PAN. Hal itu dialami kader PAN di lapangan. Terutama berbagai tekanan dari luar.

Misalnya saja mengenai hasil survei yang kerap menyebut partainya itu tidak lolos ambang batas parlemen. "Saya kalau ketemu Pak Amien, ketemu Mas Kris pasti deg-degan karena laporan survei PAN satu persen," ucapnya.

Bagi Zulhas hal itu seakan membentuk opini publik dan internal partainya. Kendati begitu, Zulhas meminta para kader mensyukuri hasil tersebut. Dan ia juga mengucapkan terima kasih kepada para kader di daerah karena telah berusaha keras untuk dan mendapatkan 44 kursi parlemen.

"Dari 60 kuris yang kita targetkan. Tidak main-main kita bayar mahal untuk itu," tegasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan dalam partainya akan dipertanggungjawabkan.

"Saudara-saudara apa yang saya lakukan saya pertanggungjawabkan dunia akhirat. Kepada saudara, kepada masyarakat, kepada Allah SWT," kata Zulhas di hadapan para kadernya.

Menurut dia sudah tidak ada lagi yang perlu diragukan baik terhadap dirinya maupun petinggi PAN lain. Karena menurut Zulhas, meskipun berbeda-beda secara pemikiran namun para petinggi itu memiliki semangat yang seirama.

"Pak Amien pendiri partai, guru kita, tokoh kita. Mas Tris senior kita. Tujuan kita berpartai sama tidak berbeda satu dengan yang lain," ujar Zulhas.

"Hanya memang saya dan Pak Amien ada beda cara saja," ia melanjutkan.

Dalam kesempatan itu Zulhas juga menekankan bahwa semangat pilpres telah usai. Saat ini adalah waktunya bagi sesama kader PAN untuk membangun partainya.

Zulhas sendiri dikabarkan tidak direstui untuk kembali menjabat sebagai ketua umum PAN oleh para pendiri partai itu. Menurut Pendiri PAN, Putra Jaya Husein, para senior PAN ingin ada perubahan kepemimpinan. Dia mengaku mendapat pengakuan langsung dari Amien Rais, Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa.

"Mereka (senior PAN) minta ada perubahan kepemimpinan. Saya bicara langsung, bukan katanya-katanya," kata Putra Jaya Husein saat berbincang di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/12).

Selain Zulhas, empat calon lain disebut bakal maju ialah Mulfachri Harahap, Asman Abnur, Bima Arya dan Drajad Wibowo. Husein pun menyerahkan kepada pemilik suara yaitu DPW dan DPD PAN diseluruh daerah.

"Biarlah kasih kesempatan peserta kongres menilai, dari 5 kandidat ini mana yang terbaik Jangan diancam, kalau di ancam dia gak bisa menilai nanti, kalau diancam hilang kemampuan untuk menilai," tegasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Pendiri PAN Ingin Ada Perubahan Kepemimpinan di Partai
Pengurus DPD PAN Ungkap Diklaim Sepihak Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketum Lagi
Mulfachri Didukung Amien Rais, Zulkifli Hasan Didorong 28 DPW PAN
Gelar Rakernas 7 Desember, PAN akan Tetapkan Jadwal Kongres 2020
PAN Ingin Kompetisi Calon Ketum di Kongres Santun Agar Tak Pecah
Berebut Kursi Ketum PAN, Kubu Zulkifli Hasan dan Mulfachri Saling Tuding

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.