Pengamat: Ganjar-Sandi Mampu 'Beli' Kendaraan Politik Demi Maju 2024

Pengamat: Ganjar-Sandi Mampu 'Beli' Kendaraan Politik Demi Maju 2024
Ganjar-Sandi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 14 Juni 2021 12:05 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno bakal sulit terwujud. Sebab keduanya terhalang oleh restu partai.

Ganjar di PDIP terhalang oleh putri mahkota Puan Maharani. Sementara, Sandiaga di Gerindra masih ada Prabowo Subianto.

"(Ganjar-Sandiaga) Agak sulit berpasangan. Karena keduanya tak punya partai. Ganjar terhalang PDIP. Dan Sandiaga terhalang Gerindra. Karena di PDIP ada Puan. Di Gerindra ada Prabowo," kata Ujang melalui pesan singkat, Senin (14/6).

Dalam survei Litbang Kompas, Litbang Kompas punya hasil penelitian. Setidaknya ada satu tokoh kuat yang cocok bersanding dengan Ganjar Pranowo di medan pertarungan 2024. Analisis ini berdasarkan latar belakang dukungan.

Nama paling kuat jatuh pada Sandiaga Salahudin Uno. Dia dinilai bisa melengkapi Ganjar dari berbagai faktor. Pertama, 51,1 persen pemilih Sandiaga adalah wanita. Berbeda dengan Ganjar yang mayoritas didukung laki-laki. Angkanya 59,1 persen.

infografis pemilih ganjar dan sandi
©2021 Merdeka.com/djoko purwanto

Sandiaga juga didukung 44,4 persen responden usia di bawah 23 tahun. Ganjar punya kelemahan pada kategori ini. Pemilih Ganjar kebanyakan di usia 40 sampai 60 tahun.
Dari sisi domisili, 62,2 persen pemilih Sandiaga berasal dari luar Jawa. Cukup melengkapi Ganjar yang kuat dukungan pemilih dari Pulau Jawa.

Dilihat berdasar kategori kelompok suku, pemilih Sandiaga lebih beragam. Yakni 39,5 persen dari Jawa, 14,0 persen Sunda, 20,9 persen Melayu dan 25,6 persen lainnya. Sementara untuk Ganjar, 85,9 persen pendukung berasal dari suku Jawa.

Dari dukungan partai politik, Sandiaga cenderung melengkapi kekurangan Ganjar Pranowo. Sandi didukung 11,1 persen pemilih PKS, 15,6 persen Demokrat, 17,8 persen Gerindra, 8,9 persen Golkar, 4,4 persen NasDem, dan 2,2 persen PPP serta 8,9 persen PDIP. Terakhir yang juga mencolok, Sandiaga didukung 44,4 persen responden yang merasa tak puas dengan kinerja pemerintah Jokowi.

infografis pemilih ganjar dan sandi
©2021 Merdeka.com/djoko purwanto

Ujang mengatakan, semua tergantung elektabilitas keduanya. Bisa saja ada partai lain yang melirik. Atau Ganjar dan Sandi bisa 'membeli' kendaraan politik untuk berlaga di Pilpres 2024.

"Namun tergantung juga dari elektabilitas keduanya. Jika keduanya memiliki elektabilitas yang tinggi mengalahkan kandidat lain, bisa saja ada partai yang meminangnya. Atau bisa juga membeli partai," katanya.

Soal kekuatan Ganjar-Sandi, menurut Ujang belum terlihat sebagai pasangan yang unggul. Elektabilitasnya kurang mencukupi. Angka elektabilitas keduanya belum sampai 70 persen.

"Masih belum kelihatan. Kelihatan nanti jika elektabilitas kandidat capres cawapres sudah ada yang menyentuh 70 persen. Saat ini kan semua kandidat termasuk Ganjar dan Sandi masih di bawah 30%," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini. (mdk/rnd)

Baca juga:
Koalisi PDIP-Gerindra: Pilih Prabowo-Puan atau Ganjar-Sandi?
LIPI: Parpol Krisis Kader, Ganjar Berpeluang Maju Capres Bukan dari PDIP
Politikus PDIP: Prabowo Tokoh Paling Mudah Dapatkan Tiket Capres 2024
Jokowi Cerita Relawannya Sudah Dirayu Dukung Kandidat Capres di 2024
Ganjar - Sandiaga di Lintasan 2024

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami