Penjajakan koalisi, Ketum PAN prioritaskan bertemu Megawati

Penjajakan koalisi, Ketum PAN prioritaskan bertemu Megawati
Ketum PAN Zulkifli Hasan. ©2017 Merdeka.com
POLITIK | 1 Maret 2018 19:16 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Jelang dimulainya tahapan Pemilu Serentak 2019, partai-partai telah mulai bergerilya melakukan penjajakan koalisi satu dengan yang lain, tak terkecuali Partai Amanat Nasional. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bakal menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat.

"Sudah dong, mbak Mega masih di Bali dan mudah-mudahan antara tanggal 5-8 bisa ketemu," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3).

Zulkifli mengungkapkan alasan ingin lebih dulu menemui Mega ketimbang ketum-ketum partai lain. Alasannya karena Megawati dianggap politisi paling senior dari partai pemenang pemilu 2014.

Dia mengaku perlu meminta pandangan Megawati sebelum menentukan arah politik di Pemilu 2019. Pandangan Megawati juga diperlukan untuk menentukan sikap dukungan kepada calon presiden di Rakernas PAN yang akan digelar April mendatang.

"Ketemu Mbak Mega dulu karena partai pemenang pemilu perlu jumpa kita dan beliau politisi paling senior. Perlu kita dengar pandangan-pandanganya," ujarnya.

Selain alasan politisi paling senior, kata Zulkifli, Megawati juga dekat dengan dirinya atau PAN. Kedekatan itu terlihat sejak PDIP mendukung amandemen UUD 1945. Komunikasi antara PAN dan PDIP juga cukup baik.

"Saya dekat mbak Mega, mbak Mega dukung kami amandemen UUD haluan negara, komunikasi bagus. Parpol pemenang pemilu, politisi senior dan saya sudah janji duluan yang lain setelah mbak Mega," ungkapnya.

Meski demikian, PAN tetap terbuka untuk melakukan penjajakan koalisi dengan partai lain. Zulkifli menambahkan, pihaknya akan menemui ketum partai lain termasuk Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto setelah bertemu dengan Megawati.

"Setelah mbak Mega baru yang lain," tandas Zulkifli. (mdk/eko)

Baca juga:
Tangkal isu SARA, Jokowi disarankan pilih cawapres dari kalangan santri
Moeldoko tegaskan membentuk relawan Jokowi bukan tugas KSP
Relawan nilai Moeldoko, Rizal Ramli & Cak Imin cocok jadi cawapres Jokowi
Mahfud MD soal cawapres: Sejarah akan menentukan jalannya sendiri
Partai koalisi tak akan bebani Jokowi pilih Cawapres

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami