Perindo: Oposisi Sehat Diperlukan Untuk Memperkuat Bangsa

POLITIK | 23 Juli 2019 10:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Empat ketua umum partai koalisi pendukung presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, melakukan pertemuan di DPP Partai NasDem, Senin (22/7) malam. Mereka adalah ketum Partai NasDem Surya Paloh, ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Pelbagai hal dibahas dalam pertemuan itu. Termasuk mendiskusikan wacana oposisi masuk ke koalisi Jokowi-Ma'ruf. Meski tak diajak dalam pertemuan itu, Perindo tampaknya sepakat dengan hal ini. Menurutnya oposisi tetap diperlukan.

"Namanya oposisi kan diperlukan juga untuk memperkuat bangsa. Tapi oposisi yang sehat. Oposisi untuk membangun," kata Ketua DPP Perindo, Arya Sinulingga saat dikonfirmasi, Selasa (23/7).

Dia menuturkan, jika memang partai pendukung Prabowo-Sandiaga mengambil langkah oposisi, maka akan membuat pemerintah sehat. "Jadi kalau teman di 02 itu ingin mengambil langkah menjadi oposisi itu baik. Karena apapun ceritanya oposisi yang sehat akan membuat pemerintahan makin sehat," ungkap Arya.

Dia meminta agar semua pihak mendukung parpol di 02 jika hendak menjadi oposisi. "Jadi kita dukung kalau kawan-kawan di 02 itu mau menjadi oposisi. Tentu baik juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengakui, partainya menyiapkan konsep sebagai bargaining politik atau posisi tawar jika diajak bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dasco buru-buru membantah jika konsep yang ditawarkan sama dengan upaya bagi-bagi kursi.

Menurut Dasco, konsep tersebut sebagai penegasan supaya tak sekadar bagi-bagi kursi bila seandainya Prabowo memutuskan Gerindra bergabung ke koalisi petahana.

"Ya kalau ke dalam (koalisi pemerintah) itu tidak langsung bagi-bagi kursi tetapi dengan tukar menukar konsep. Kalau konsep kita diterima (pemerintah), artinya kan baru ketahuan berapa jumlah orang yang diperlukan untuk menjalankan konsep tersebut," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (19/7).

Wacana partai oposisi bergabung mendapat penolakan keras dari partai koalisi Jokowi-Ma'ruf. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid khawatir jika ada tambahan partai lain bergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Koalisi ini sudah dihuni banyak partai. Jika ditambah partai lain, koalisi ini akan menjadi gemuk.

"Jika misalnya harus menambah satu lagi. Itu lebih besar lagi nanti. Apalagi kalau misalnya Gerindra yang masuk aduh, gemuk sekali. takutnya berlemak. Kegemukan, obesitas," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
PPP Soal Syarat '55:45' Amien Rais: Memang Negara Punya Beliau?
PPP Tepis Perpecahan Parpol Pendukung Jokowi Karena Rebutan Kursi Ketua MPR
Belum Ada Komunikasi dengan Jokowi, Said Aqil Sebut Menag Jatah Kader NU
Amien Rais Bicara Bagi Kekuasaan '55-45', PDIP Nilai Pesan Bagi PAN Jadi Oposisi
Kursi Ketua MPR Jadi Rebutan, NasDem Prediksi Muncul Dua Paket Pimpinan
PDIP Siap Beri Masukan Nomenklatur Kementerian Kabinet Jokowi-Ma'ruf
PKB Khawatir Koalisi Jokowi Jadi 'Berlemak' dan Obesitas Jika Parpol Lain Bergabung

(mdk/gil)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com