Perjumpaan Mega dan SBY Beri Gambaran Kesejukan dan Keteduhan Politik

POLITIK | 3 Juni 2019 15:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menuturkan, kehadiran Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri yang kemudian bersalaman dan menyampaikan ucapan duka cita kepada Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menunjukkan kesejukan politik yang terjadi.

"Salaman kemarin tentu memperkuat momentum kesejukan dan keteduhan politik nasional," ucap Hendrawan saat dikonfirmasi, Senin (3/6).

Menurutnya, kepergian Ani Yudhoyono secara tidak langsung memancarkan aura persahabatan seluruh anak bangsa. Sesuai dengan cita-cita besar Ani Yudhoyono yang menginginkan kedamaian.

"Kepergian Bu Ani memancarkan aura persahabatan dan inklusivitas seluruh anak bangsa. Hal yang menjadi komitmen dan kepedulian Almarhumah. Kita sama-sama kehilangan sosok Ibu yang dengan caranya sendiri yang unik, terus merawat optimisme dan kebersamaan lintas identitas," jelas Hendrawan.

Sementara itu, Juru bicara TKN Ace Hasan, pertemuan Megawati dan SBY memang menunjukkan persaudaraan sesama tokoh bangsa dan persatuan.

"Ibu Mega sangat mengedepankan aspek kemanusiaan dan turut berbela sungkawa dengan menyaksikan peristirahatan terakhir Ibu Negara Presiden Republik Indonesia yang keenam," jelas Ace.

Menurutnya, yang dilakukan Mega mencerminkan sikap bahwa perbedaan politik tak membuat jalinan kemanusiaan dan persaudaraan terputus.

"Ibu Mega hadir di saat yang tepat di mana beliau menguatkan agar Pak SBY tabah ditinggalkan orang yang dicintainya," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra (mdk/noe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.