Perkuat koalisi, Jokowi bakal jajaki Partai Demokrat

POLITIK | 13 Mei 2014 22:19 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tengah melakukan pendekatan terhadap Partai Demokrat. Pernyataan itu disampaikan setelah dia memastikan bergabungnya Partai Golkar dalam koalisi.

"Sabar, satu per satu kita kerjakan," ujarnya usai melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden dari Partai Golkar Abueizal Bakrie (Ical) di Pasar Gembrong, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (13/5).

Mengenai kapan pertemuan terakhir dengan Partai Demokrat, Jokowi awalnya hanya tersenyum. Lalu dia menjawab, pertemuan kedua partai belum lama dilakukan, sebab siang tadi Jokowi baru menemui SBY di Istana.

"Tadi siang juga baru aja ketemu," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Rencananya Jokowi akan melakukan pertemuan pukul 13.00 WIB.

Jokowi mengatakan, pertemuan dengan SBY bukan hanya membicarakan permintaan izinnya untuk non-aktif sebagai gubernur dan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan. Selain itu mereka juga akan membicarakan hal lainnya.

"Ke Presidennya nanti jam 13.00. Ya ketemu beliau bapak presiden. Agendanya banyak," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/5).

Jokowi mengungkapkan, jika ingin mengundurkan diri, dia tidak perlu repot-repor bertemu dengan SBY. Karena surat pengunduran diri dan yang menentukan bisa atau tidaknya adalah DPRD DKI Jakarta.

"Kalau pengunduran diri ke dewan," tegas Jokowi.

Pertemuan SBY dengan sejumlah tokoh politik ini tentu menarik perhatian sejumlah kalangan. Sebab, Jokowi dan Prabowo adalah dua kandidat capres yang digadang bakal bersaing ketat di 9 Juli nanti.

Prabowo dan Hatta sudah sepakat menjalin koalisi dalam menghadapi pilpres. Sementara Jokowi, sudah mengantongi tiket pencapresan dengan diusung oleh tiga partai koalisi yakni PDIP, PKB dan NasDem.

Partai Demokrat sendiri sampai saat ini belum menentukan sikap politiknya untuk menentukan arah koalisi di pilpres. Sejumlah kalangan menilai, sikap dan keputusan SBY soal koalisi di pilpres nanti sebagai penentu pemenang presiden.

(mdk/tyo)