Pernyataan Jokowi dan Prabowo yang Menghebohkan di Tengah 'Panasnya' Pilpres

POLITIK | 7 Februari 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menyampaikan pernyataan menghebohkan di tengah ketatnya persaingan dalam Pilpres 2019. Bahkan menjadi polemik di publik.

Menjelang Pilpres 2019, tensi politik semakin menghangat. Dua kubu saling serang. Berikut ini deretan pernyataan Capres Jokowi dan Prabowo Subianto:

1 dari 6 halaman

Menteri Pencetak Utang

Prabowo Subianto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Capres Prabowo Subianto sangat prihatin dengan jumlah utang Indonesia yang saat ini jumlahnya cukup besar. Dengan banyaknya utang, dia menyindir nama Menteri Keuangan diganti nama menjadi Menteri Pencetak utang. Dia mengungkapkan, banyaknya utang Indonesia kian menumpuk membuat bangsa dan rakyat Indonesia semakin terpuruk dan sengsara.

"Ini kalau ibarat penyakit, saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan. Mungkin (ganti) menteri pencetak utang. Bangga untuk utang, (tapi) yang suruh bayar orang lain," ucapnya.

Melalui akun instagramnya, pada Jumat (1/2), Sri Mulyani membalas sindiran tersebut dengan sebuah puisi yang diberi judul 'Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang'. Puisi tersebut, sebagian besar menjelaskan program yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk pembangunan Indonesia. Tidak hanya pembangunan, dia juga menjelaskan upaya penurunan kemiskinan.

2 dari 6 halaman

Tidak Pernah Masuk Hotel

Prabowo Subianto. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Pidato calon presiden Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018) menuai kontroversi. Dalam pidatonya, capres nomor urut 02 ini menyebutkan warga Boyolali tidak mampu masuk ke hotel-hotel mewah dan megah di Jakarta.

"Saya keliling Jakarta saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah, sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal ada di Jakarta. Ada Ritz-Carlton, ada apa itu, Waldoft Astoria. Namanya saja kalian enggak bisa sebut. Dan macam-macam itu semua, tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (betul, sahut para hadirin dalam acara tersebut). Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir, tampang kalian tampang tidak orang kaya, tampang kalian, tampang Boyolali, ini, betul," kata Prabowo.

Prabowo akhirnya minta maaf, dia menjelaskan tidak ada niat sedikitpun untuk menghina warga Boyolali. "Kalau saya tampang Bojong Koneng terima kasihlah. Ya tapi kalau saya, maksud saya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," jelas Prabowo.

3 dari 6 halaman

Indonesia Punah

Relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandi gelar jalan sehat. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Dalam pidato politik yang disampaikan Prabowo dalam laman Facebook resmi Partai Gerindra, Prabowo memprediksi Indonesia bubar pada tahun 2030. Dia mengaku mendapatkan kajian tentang nasib Indonesia di 2030 yang diprediksi bakal bubar. Prabowo sendiri mendapat kajian tersebut dari sebuah buku yang dibuat oleh ahli intelijen.

"Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo.

Jokowi pun menyindir pernyataan lawan politiknya, yang mengatakan bahwa Indonesia akan punah. Dia meminta agar jangan menggiring masyarakat agar pesimis. "Bagaimana kita ini membangun sebuah negara besar seperti ini kalau mengiringi dan mengajak masyarakat dengan pesimisme-pesimisme seperti itu," kata Jokowi.

4 dari 6 halaman

Ada Timses Gunakan Propaganda Rusia

Jokowi hadiri Spirit of Millenials: Green Festival. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Capres Jokowi menyebut ada tim sukses yang melakukan propaganda ala politik Rusia. Propaganda itu, kata Jokowi, yang membuat banyaknya hoaks dan fitnah bertebaran di media sosial.

"Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan," ucap Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi itu Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyampaikan pernyataan bantahan. "Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," kata cuitan akun resmi Kedutaan Rusia.

5 dari 6 halaman

Tak Keluarkan Uang Saat Pilgub DKI

Jokowi-Maruf saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/ Faizal Fanani

Capres Jokowi mengatakan tak mengeluarkan biaya sama sekali saat Pilgub DKI 2012 silam. Hal ini dia katakan saat debat pertama 17 Januari 2019.

"Saya contohkan saya sendiri pemilihan wali kota, anggaran sangat kecil. Gubernur saya tidak mengeluarkan uang sama sekali. Pak Prabowo pun tahu mengenai itu ketum partai pendukung tahu, sekali lagi ini butuh proses panjang. Artinya apa? Ini bisa dimulai dari relawan, bisa dimulai dari keinginan publik, tanpa mengedepankan finansial," kata Jokowi.

6 dari 6 halaman

Politik Genderuwo

Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Capres nomor urut 01 Jokowi mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Dia berharap masyarakat juga tidak mudah terpengaruh politikus yang suka menakut-nakuti atau yang ia sebut Politikus Genderuwo.

"Membuat ketakutan. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti, politik genderuwo," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah. (mdk/has)

Baca juga:
85 Persen Wilayah RI Didatangi, Jokowi Sebut 'Makanya Saya Enggak Bisa Gemuk'
Soroti Impor, Prabowo Minta DPR Cek Kondisi Pabrik Gula
Prabowo: Hanya dengan Berkuasa Kita Bisa Perbaiki Hidup Rakyat
Alumni Pangudi Luhur Ungkap Alasan Pilih Jokowi Ketimbang Sandiaga
Jokowi Kaget Didukung Alumni Pangudi Luhur, Sekolah Sandiaga Uno
TGB Ingatkan Warga Pilih Capres dan Cawapres Berdasarkan Rekam Jejak