Pertanyakan Pemilu Biaya Mahal, Ridwan Kamil Usul UU Pemilu Direview

Pertanyakan Pemilu Biaya Mahal, Ridwan Kamil Usul UU Pemilu Direview
ridwan kamil. ©2022 Merdeka.com/humas pemprov Jabar
NEWS | 6 Agustus 2022 00:05 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai perlu refleksi terhadap penyelanggaraan pemilu hari ini. Terutama masalah mahalnya biaya pemilu pemilihan langsung.

Awalnya Ridwan bicara belum sejahteranya masyarakat Indonesia bahkan ketinggalan dari sejumlah negara. Ia menduga ada masalah dalam sistem demokrasi .

"Ada pertanyaan kita merdeka lebih dulu kenapa kesejahteraan tidak setara seperti negara-negara yang disebut. jangan-jangan demokrasi yang kita pilih banyak masalah," ujarnya saat menjadi pembicara di acara 10 Tahun Forum Pemred, di Jakarta, Jumat (5/8).

Berdasarkan pengalamannya bertarung di Pilwalkot dan Pilgub, menjadi kepala daerah memerlukan modal yang besar. Bahkan semua tingkatan dari kabupaten/kota sampai menjadi presiden demokrasi di Indonesia mahal.

"Refleksi ada di situ saya produk demokrasi tanpa pemilihan langsung seorang Ridwan Kamil tidak bisa jadi walikota Bandung jadi gubernur Jabar tapi demokrasi kita mahal sekali ratusan triliun modal kepala desa untuk kampanye untuk bupati wali kota gubernur sampai presiden," ujar Ridwan.

Maka itu perlu ditinjau kembali undang-undang terkait kepemiluan. Apakah memang penyebab masalah demokrasi di Indonesia berasal dari aturan mainnya.

"Ini negara paling banyak demokrasi coblosannya. Oleh karena itu kita harus refleksi jangan-jangan demokrasi kita putuskan oleh KPU dan UU itu perlu dikunjungi lagi," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Canda Cak Imin di Forum Pemred: Jangan jadi Partai
Jawaban Anies jika Dipasangkan AHY di 2024: Tuntaskan Jakarta Dulu, Baru Kita Ngobrol
AHY: Black Campaign, Hoaks hingga Buzzer Membabi Buta di Pemilu 2024
Dugaan Pencatutan Nama 98 Anggota KPUD, Parpol Bakal Diperiksa KPU
Pendaftaran Calon Peserta Pemilu 2024, Berkas 9 Parpol Dinyatakan Lengkap
Ridwan Kamil soal Capres 2024: Kalau Ada Takdirnya, Bismillah
Strategi AHY Rebut Suara Milenial di Pemilu 2024

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini