Pesan Aa Gym ke Jokowi & Prabowo: Niatnya harus benar-benar lurus supaya jadi amal

POLITIK | 10 Agustus 2018 14:55 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dipastikan akan diikuti oleh dua pasangan calon yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon tersebut telah resmi mendaftar di kantor KPU Jakarta hari ini.

Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym mengatakan, gelaran Pilpres harus menjadi sesuatu yang menggembirakan dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat sebagai proses tanggung jawab masyarakat untuk membuat bangsa menjadi lebih baik. Aa Gym mengibaratkan Pilpres seperti perlombaan 17 Agustusan.

"Makanya jangan disebut pertandingan, kalau pertandingan itu kecenderungannya saling memiting, memukul, menjatuhkan, melemahkan bahkan menghancurkan, tapi kalau perlombaan Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) masing-masing berlomba untuk memberikan yang terbaik. Perlombaan lari itu enggak pernah mikirin buat menjatuhkan lawannya. Perlombaan renang itu tidak pernah memikirkan menenggelamkan lawannya," ujar Aa Gym kepada wartawan saat ditemui di Masjid Daarut Tauhid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jumat (10/8).

Menurut Aa Gym, masing-masing kandidat harus bisa berlomba dalam meluruskan niat menjadi pemimpin. Selain itu juga berlomba untuk memberikan ide dan gagasan terbaik untuk memajukan bangsa dan negara.

"Niatnya tuh harus benar-benar lurus supaya jadi amal. Lomba memberikan ide, gagasan yang terbaik. Lomba memberikan keteladanan masing masing, lomba memberikan karya-karya terbaik. Sehingga nanti tidak ada yang kalah, dan yang menang mah sudah tertulis di Lauh Mahfudz siapa yang jadi capres cawapres itu sudah tertulis. Tapi kalau niatnya benar, caranya benar semuanya menang jadi amal soleh dan rakyat itu bisa melihat 'oh begini nih perilaku para elite politik tuh ternyata jadi tauladan bagi kita," katanya.

Dengan begitu, kata Aa Gym, gelaran dari pilpres ini nantinya akan memberikan keteladanan yang baik bagi masyarakat. Jangan sampai pilpres ini jadi pertandingan yang mempertontonkan keburukan akhlak.

Aa Gym mengungkapan, di Pilpres 2019 nanti, dirinya dan Daarut Tauhid tidak akan terlibat ke dalam kegiatan politik. Menurut Aa Gym dirinya akan membantu menjaga agar masyarakat tetap dalam jalinan ukhuwah.

"Mungkin ada yang nanya posisi Aa dimana. Posisi Aa mah tiga, satu bantu-bantu agar pilpres ini tidak merusak aqidah umat. Jangan sampai menuhankan pilpres sehingga ke Allah-nya lupa. Kedua bantu-bantu agar masyarakat terjaga akhlakul karimah. Jangan sampai gara-gara pilpres terjadi kemerosotan akhlak. Ketiga ikut bantu bantu agar menjaga ukhuwah, baik ukhuwah islamiah maupun ukhuwah wathaniyah. Mudah-mudahan kalau begini pilpres ini betul betul mendewasakan negeri ini termasuk mempersiapkan generasi yang lebih baik," katanya. (mdk/dan)

Baca juga:
Maju Capres, Prabowo tak ingin ada orang miskin dan kelaparan
PPP harap dapat 'limpahan' suara dari sosok Ma'ruf Amin
JK soal Ma'ruf Cawapres Jokowi: Sebagai ulama pasti banyak pemilihnya
Sandiaga maju Pilpres 2019, istri ngaku sedih & minta dikuatkan
Amien Rais: Pak SBY adalah panutan kita, 10 tahun memimpin negeri ini
PPP: Siapa yang bersama ulama? Siapa yang meninggalkan Ijtima Ulama?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.