Pilkada Serentak, 2 Daerah di Jatim Berpotensi Cuma Diikuti Calon Tunggal

Pilkada Serentak, 2 Daerah di Jatim Berpotensi Cuma Diikuti Calon Tunggal
Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com
POLITIK | 4 September 2020 18:38 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini membuka masa pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2020. Pendaftaran dibuka selama tiga hari hingga hari Minggu (6/9) pukul 23:59 WIB.

Di Jawa Timur, terdapat 19 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang. Dari jumlah tersebut, dua daerah diperkirakan akan diwarnai calon tunggal. Yakni Ngawi dan Kabupaten Kediri.

"Itu data potensi sementara, karena pendaftaran baru dibuka hari ini. Akan kita perbarui terus setiap hari," ujar anggota KPU Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro saat ditemui di sela supervisi hari pertama pendaftaran di KPU Jember, Jumat (4/9).

Dari data sementara KPU Jatim, di Kabupaten Ngawi, pasangan Ony Anwar-Dwi Riyanto didukung oleh seluruh partai pemilik kursi di DPRD Ngawi. Sedangkan di Kabupaten Kediri, seluruh partai dikabarkan bersatu memberikan rekomendasinya kepada Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Maria Ulfa. KPU menyatakan telah mengantisipasi jika nantinya benar-benar terjadi calon tunggal di daerah tersebut.

"Nanti akan ada proses penundaan pendaftaran hingga tiga hari. Jika masih tetap calon tunggal, maka akan tetap dilanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni melawan kotak kosong," lanjut Gogot.

KPU Jawa Timur juga telah menginstruksikan seluruh KPU Kabupaten/Kota yang menggelar Pilkada serentak untuk mengantisipasi potensi persoalan pada masa pendaftaran. "Harus ada perlakuan yang setara untuk paslon, termasuk untuk hal-hal yang kecil. Misal pasangan X diterima 5 komisioner, maka pasangan Y juga harus sama. Kalau KPU memberikan perlakuan yang objektif sesuai regulasi, maka potensi persoalan bisa dihindarkan," papar mantan Ketua KPU Jember ini.

Pada hari pendaftaran pertama, pasangan Hendy Siswanto–KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjadi pendaftar pertama. Hendy-Firjaun diusung oleh lebih dari separuh kursi partai di DPRD Jember. Yakni NasDem (8 kursi), Gerindra (7 kursi), PKS (6 kursi), PPP (5 kursi), Demokrat (2 kursi), serta Partai Berkarya kubu Tommy Soeharto (1 kursi).

"Saya kan baru pertama kali mendaftar, jadi saya memilih mendaftar di hari pertama. Nanti kalau ada kekurangan bisa diperbaiki keesokan harinya," ujar Hendy saat dikonfirmasi di kantor KPU Jember.

Sebagai catatan, Partai Berkarya kubu Muchdi PR mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada pasangan Abdussalam-Ifan Ariadna Wijaya yang diusung oleh PDIP (7 kursi), PKB (8 kursi), Golkar (2 kursi), PAN (2 kursi), Perindo (2 kursi).

Belum dipastikan, Partai Berkarya kubu mana yang akan diterima oleh KPU. Namun, hal itu dipastikan tidak akan mempengaruhi keabsahan pendaftaran pasangan. Sebab, dua kubu, yakni Hendy-Firjaun dan Salam-Ifan telah melampaui syarat minimal pencalonan yakni minimal 10 kursi di DPRD Jember.

"Konfirmasi terakhir yang kami terima, pasangan Abdussalam-Ifan Ariadna Wijaya akan mendaftar besok," ujar Ketua KPU Jember, Muhammad Syai'in. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami