Pimpinan MPR: Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Momentum Mengokohkan Persatuan

POLITIK | 19 Oktober 2019 19:49 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024, merupakan puncak pesta demokrasi sehingga kewajiban bersama untuk menyukseskannya. Pelantikan ini juga menjadi momentum mengokohkan persatuan dari sebelumnya sempat renggang akibat perbedaan politik.

"Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden besok adalah agenda demokrasi bangsa Indonesia setelah setahun lebih bangsa Indonesia menyelenggarakan pesta demokrasi pileg dan pilpres secara demokratis dan konstitusional," kata Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah kepada wartawan, Sabtu (19/10).

Basarah mengajak semua warga negara yang mencintai bangsa dan negaranya sendiri turut serta menyukseskan acara terbesar lima tahun tersebut. Suksesnya acara yang akan berlangsung di Gedung MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta itu berdampak pada martabat bangsa.

"MPR mengajak segenap bangsa Indonesia bersama-sama menyukseskan dan menjaga kekhidmatan dan keagungan acara tersebut demi menjaga harkat dan martabat bangsa kita sendiri. Selain akan dihadiri oleh tokoh nasional juga akan tamu negara dari 18 kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus negara sahabat," paparnya.

Politikus PDIP ini juga menambahkan, pelantikan presiden dan wapres arus menjadi ajang persatuan dan kesatuan bangsa yang sempat terbagi akibat perbedaan sikap politik.

"Pemilu sudah selesai dan seyogianya juga kompetisi antar anak bangsa di momen pemilu 2019 diakhiri. Saatnya kita bergandengan tangan tangan lagi dan bergotong royong untuk membangun bangsa demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi segenap rakyat Indonesia," tutupnya.

Baca juga:
Jelang Pelantikan Presiden, Warga Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama
H-1 Pelantikan Presiden, 10 Pimpinan MPR Hadiri Acara Gladi Bersih
MPR Sebar 1.100 Undangan Pelantikan Presiden-Wakil Presiden
Tak Ditemani Selvi dan Jan Ethes, Gibran Pastikan Hadir di Pelantikan Jokowi
Istana Pastikan Mercy untuk Tamu Negara Hadiri Pelantikan Disewa Gratis
Polisi Bantah Keluarkan Instruksi Pengamanan Gereja Pada 20 Oktober

(mdk/bal)