Pintu DPC Tertutup, Sejumlah Kader PDIP Solo Raya Daftar Pilkada ke PDIP Jateng

POLITIK | 9 Desember 2019 10:52 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di wilayah Solo Raya mengambil formulir pendaftaran untuk Pilkada serentak 2020. Mereka ada yang mendaftar sebagai bakal calon bupati/wakil bupati maupun wali kota atau wakil wali kota.

Para pengurus partai maupun kader partai berlambang kepala banteng moncong putih itu terpaksa mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jawa Tengah karena pendaftaran di DPC asal sudah ditutup. Ironisnya mereka tak mengerti jika ada pendaftaran atau atau tak diberi kesempatan oleh panitia penjaringan.

"Sebagai ketua PAC (Pimpinan Anak Cabang) Mojolaban saya tidak diberitahu kalau ada penjaringan bakal calon bupati. Saya kecewa, seharusnya kalau ada penjaringan kan lewat Ranting dan PAC," ujar Purwadi yang juga menjabat Wakil Bupati Sukoharjo, saat ditemui di rumah dinas, Minggu (8/12) malam.

Purwadi mengatakan ia datang mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD PDIP Jateng, Jalan Brigjen Katamso No. 24, Semarang. Selain dirinya ada 5 kader lainnya yang ikut mengambil formulir. Keempat orang tersebut mendaftar sebagai calon wakil bupati, yakni A.A Bambang Haryanto, Indra Surya, Puguh Suharto dan Sarmedi. Sedangkan seorang kader lainnya adalah pengacara kondang Henry Indraguna mendaftar sebagai calon bupati.

" Awalnya kami hanya berlima, Pandawa Lima, namun di tengah perjalanan Pak Sarmedi juga ingin mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati dan akhirnya kami berenam bersama-sama. Setelah kita terus berkoordinasi berenam, maka kita berangkat bersama-sama untuk mengambil formulir dan mengembalikan juga bersama. Kami berkomitmen siapapun yang mendapat rekomendasi akan didukung penuh," katanya.

DPC PDIP Sukoharjo telah menetapkan satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yakni Etik Suryani dan Agus Santosa untuk diusung pada Pilkada 2020. Etik merupakan istri Bupati Sukoharjo saat ini, Wardoyo Wijaya yang juga merangkap menjadi Ketua DPC PDIP setempat. Sedangkan pasangannya, Agus Santoso saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Sukoharjo.

Nama pasangan itu sudah diusulkan ke DPP PDIP dan tinggal menunggu rekomendasi dari ketua umum parpol. Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan nama pasangan Etik-Agus sudah diserahkan ke DPP PDIP melalui DPD PDIP Jawa Tengah.

1 dari 1 halaman

Selain di Sukoharjo, aksi serupa juga dilakukan sejumlah kader PDIP di Klaten dan Solo. Di Solo anggota DPRD Ginda Ferachtriawan juga telah mengambil formulir pendaftaran di DPD PDIP Jawa Tengah. Ginda mengaku mengambil formulir pada hari pertama pendaftaran, Jumat (6/12) lalu. Namun ia tidak datang secara langsung, melainkan mengutus pegawainya yang ada di Semarang dengan surat kuasa.

'Saya masih mempelajari persyaratan yang diajukan DPD PDIP Jateng. Saya belum bisa memastikan akan benar-benar mendaftarkan diri atau tidak," katanya.

Ginda menyatakan, dirinya baru mempelajari dulu, apakah bisa memenuhi syarat. Ia menegaskan langkahnya bukanlah sebagai bentuk ambisi menjadi kepala daerah. Namun dia ingin membuktikan bahwa PDIP adalah partai yang terbuka.

"Dulu tahun 2015 saya juga ikut mendaftar calon wakil wali kota. Semangatnya ingin menunjukkan bahwa PDIP itu partai terbuka, terbuka bagi siapapun," katanya.

Terkait sanksi, Ginda tidak tahu apakah manuver tersebut akan berbuah hukuman dari partai. Kendati demikian dia mengaku siap jika dimintai klarifikasi.

Selain Ginda, satu nama kader PDIP lagi yang akan mendaftarkan diri melalui DPD Jateng. Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berencana mengambil formulir diri pada hari terakhir, Kamis (12/12). Gibran yang baru bergabung di PDIP beberapa bulan lalu akan mendaftar sebagai bakal calon wali kota. (mdk/bal)

Baca juga:
Gibran Mau Maju Pilkada Solo, Gerindra Nilai Bukan Bentuk Nepotisme Jokowi
Pendaftaran Pilkada di PDIP Jateng Dibuka, Gibran Malah Jajan Es Teh di Angkringan
Jika Tidak Diusung PDIP, Purnomo Tak Akan Maju Pilkada Solo Lewat Partai Lain
Spanduk Purnomo-Teguh dan Gibran Dipasang Berdampingan di Sejumlah Lokasi
Bukan Nepotisme, Anak dan Mantu Jokowi Ikut Pilkada 2020 Disebut PDIP hanya Kebetulan
Saat Anak Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Nyalon Kepala Daerah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.