PKS membelot dari KMP, dukung kasus Setnov dilanjutkan di MKD
POLITIK | 1 Desember 2015 19:49 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengambil langkah voting untuk menetapkan membawa kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto dibawa ke persidangan. Voting yang digelar secara terbuka itu terbagi menjadi dua alternatif.

Alternatif pertama bagian A, melanjutkan persidangan dengan pengesahan jadwal persidangan. Bagian B, menuntaskan verifikasi.

Alternatif kedua bagian A, tidak melanjutkan persidangan dengan alasan tidak cukup verifikasi dan alat bukti. Alternatif bagian B melanjutkan rapat MKD dengan melakukan verifikasi.

Hasilnya, 11 orang berdiri dan memilih alternatif pertama. Hanya 6 orang yang memilih alternatif kedua. Hasil ini membuat alternatif kedua secara otomatis gugur. Ketua MKD yang notabene adalah politisi PKS juga ikut membawa Setya Novanto ke persidangan.

Hanya Fraksi Golkar, Gerindra dan PPP yang ingin kasus Novanto ditutup. Sementara tujuh fraksi sisanya, yakni PDIP, NasDem, PAN, Demokrat, Hanura, PKS dan PKB mendukung kasus Novanto dilanjutkan.

Koalisi Merah Putih tak kompak dalam kasus ini. PKS dan PAN mendukung Setnov dilanjutkan, sementara Golkar, Gerindra dan PPP tidak setuju.

Berikut 11 orang Anggota MKD yang memilih melanjutkan ke tahapan persidangan:

1. Surahman Hidayat (PKS)

2. M Prakosa (PDIP)

3. Junimart Girsang (PDIP)

4. Marsiaman Saragih (PDIP)

5. Akbar Faizal (NasDem)

6. Sjarifuddin Sudding (Hanura)

7. Sukiman (PAN)

8. Ahmad Bakri (PAN)

9. Guntur Sasono (Demokrat)

10. Darizal Basir (Demokrat)

11. Acep Adang Ruhiat (PKB)

Baca juga:

Pimpinan Komisi VII sebut kasus Setnov membuka tabir gelap Freeport

Lewat voting MKD putuskan kasus Setya Novanto dibawa ke persidangan

Ada rekaman baru, MKD segera panggil Sudirman dan Maroef Sjamsoedin

Reaksi Wakil Ketua MKD dicecar soal kedatangannya ke ruang Setnov

JK desak penegak hukum usut kasus 'papa minta saham'

Dibantu Gerindra dan PPP, Golkar minta kasus Setnov ditutup

Sudirman Said: Sejarah akan mencatat siapa yang benar dan salah

(mdk/rnd)