PKS Minta Duit Bailout Rp15 Triliun Jiwasraya Dialihkan Untuk Lawan Corona

PKS Minta Duit Bailout Rp15 Triliun Jiwasraya Dialihkan Untuk Lawan Corona
POLITIK | 20 Maret 2020 12:06 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah merealokasi anggaran untuk penanganan virus Corona Covid-19. Salah satunya, dia menyinggung kabar pemerintah ingin berikan bailout Rp15 triliun untuk Asuransi Jiwasraya.

Wakil Ketua MPR itu mengatakan, selama ini memang ada beberapa pos anggaran pemerintah yang sifatnya bukan prioritas. Dalam kondisi wabah virus corona, sudah seharusnya anggaran yang bukan prioritas dialihkan untuk belanja kesehatan.

Karena itu, Hidayat menilai langkah Kementerian Keuangan yang merealokasi belanja modal multitahun dan transfer daerah untuk penanganan Covid-19 sebagai hal yang tepat.

"Pemerintah juga perlu merealokasi pos anggaran lain, misalnya anggaran yang diwacanakan untuk bailout Jiwasraya Rp15 triliun," tutur Hidayat dikutip dari Antara, Jumat (20/3).

1 dari 2 halaman

Hidayat juga meminta pemerintah untuk berhati-hati menggunakan dana tersebut agar tidak terjadi kebocoran. Dia mencontohkan dana siap pakai yang biasa digunakan ketika terjadi bencana yang tidak betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, Hidayat meminta DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi penggunaan dana tersebut.

Selain itu, Hidayat juga meminta masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana realokasi tersebut.

"Agar penggunaan anggaran tersebut efektif dan berdaya guna untuk mengatasi pandemi COVID-19. Publik harus ikut mengawal," ujarnya.

Hidayat mengapresiasi keseriusan pemerintah menangani penyebaran virus corona.

"Saya mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang mengeluarkan kebijakan realokasi anggaran Rp27 triliun untuk mengatasi wabah corona," kata Hidayat.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat terbatas bersama Presiden pada Rabu (18/3), menyatakan siap menyediakan dana sebesar Rp27 triliun menangani percepatan penanganan virus corona.

Dana tersebut berasal dari belanja modal bukan prioritas Rp10 triliun dan dana transfer daerah Rp17,7 triliun. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kejaksaan Agung Periksa Tujuh Orang Pemilik SID Terkait Kasus Jiwasraya
KPK Periksa Komisaris PT Hanson International Tbk Terkait Kasus Jiwasraya
Gali Keterangan Tambahan, Kejagung Kembali Periksa Dua Eks Direktur Jiwasraya
Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Diperiksa Terkait Kasus Jiwasraya
Kementerian BUMN Masih Tunggu Restu DPR Jual Mal Citos
Selamatkan Jiwasraya, Pemerintah Diimbau Tak Jual Citos ke BUMN

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami