PKS Minta KPK Periksa Yasonna Karena Diduga Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku

PKS Minta KPK Periksa Yasonna Karena Diduga Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku
Yasonna Laoly diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/arie basuki
POLITIK | 23 Januari 2020 13:39 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Pemeriksaan terkait dugaan salah data Imigrasi yang menyebut buronan Harun Masiku masih di luar negeri atau sudah pulang ke Indonesia.

Awalnya, Yasonna menyebut Harun pergi ke luar negeri sejak 6 Januari 2020. 2 hari setelahnya KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada anggota KPU Wahyu Setiawan. Namun belakangan diralat. Imigrasi menyebut Harun sebenarnya sudah kembali pada 7 Januari 2020.

"Semua yang terlibat sebaiknya diperiksa (KPK)," kata Mardani kepada merdeka.com, Kamis (23/1).

KPK, kata Mardani, harus memeriksa Yasonna dan pihak Imigrasi untuk membuktikan tidak ada upaya kebohongan atau indikasi menyembunyikan data keimigrasian yang dapat mengganggu penyidikan kasus Harun Masiku.

"Setelah ada kronologis dan ada kejelasan baru bisa diputuskan siapa yang salah," tegasnya.

Mardani menambahkan pernyataan Yasonna dan pihak Imigrasi soal keberadaan Harun ke ruang publik memalukan. Sebagai pejabat publik, Yasonna harusnya memperhatikan etika di ruang publik.

Dia menilai, simpang siur soal keberadaan Harun yang disampaikan Yasonna dan Imigrasi menandakan pelaksanaan tugas dengan tidak jujur.

"Ini memalukan, menyedihkan. Dan mesti ada yang bertangung jawab. Ruang publik kita harus penuh dengan etika. Pernyataan segenting ini dapat salah. Di ruang publik, etika mesti ditegakkan," tegasnya.

Baca Selanjutnya: KPK dan Yasonna Sebut Harun...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami