PKS: Perusak Halte Adalah Oknum, Milenial Banyak Karyanya

PKS: Perusak Halte Adalah Oknum, Milenial Banyak Karyanya
POLITIK | 29 Oktober 2020 17:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyesalkan aksi demonstrasi yang merusak halte TransJakarta. Mega pun mempertanyakan sumbangsih minelial untuk negara yang terlihat hanya bisa berdemo saja.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, justru melihat sebaliknya. Dia menilai generasi minelial banyak memberikan karyanya untuk negara. Sedangkan, untuk perusak halte TransJakarta saat demo adalah oknum.

"Perusak halte adalah oknum. Milenial banyak karyanya," katanya lewat pesan singkat, Kamis (29/10).

Menurutnya, banyak barisan generasi muda berprestasi yang turun ke jalan mengikuti aksi. Tidak semua minelial yang ikut demo tidak tertib.

"Pelaku start up, pelajar dan mahasiswa berprestasi hingga milenial yang ikut demo tertib karena cinta negeri adalah barisan milenial penuh prestasi," katanya.

Mardani berpendapat, minelial tidak seharusnya disalahkan. Justru, para senior yang mestinya memberikan contoh.

"Jika milenial kurang berprestasi maka yang salah kita yang sudah senior. Mereka adalah aset negeri," tandas anggota DPR ini.

Diberitakan, Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memanjakan kaum milenial. Sebab, dia mempertanyakan apa sumbangsih generasi muda kepada negara.

"Anak muda kita aduh saya bilang sama Presiden jangan dimanja dibilang generasi kita generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa virtual tanpa harus bertatap langsung," kata dia dalam sambutannya saat peresmian kantor DPD-DPC PDIP secara virtual, Rabu (28/10).

Mega kemudian menyebut perilaku generasi milenial hanya demo saja hingga merusak fasilitas publik. Dia kesal fasilitas publik yang dirusak karena aksi demo beberapa pekan lalu.

"Apa sumbangsih kalian kepada bangsa dan negara ini masak hanya demo aja, nanti saya di bully saya gak peduli hanya demo aja, ngerusak apakah ada di dalam aturan berdemo diizinkan karena ketika reformasi kita masuk ke alam demokrasi, Ya. Tapi adakah aturannya bahwa untuk merusak, enggak ada," tegasnya.

Presiden kelima RI ini meminta bagi masyarakat yang protes bisa ke DPR. Sehingga aspirasi tersalurkan tanpa merusak fasilitas.

"Saya bilang kepada mereka yang mau demo demo ngapain sih kamu demo demo, kalau gak cocok pergi ke DPR , itu ada namnanya rapat dengar pendapat itu terbuka bagi aspirasi," ucapnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Aksi Bakar Ban Warnai Demo Tolak Omnibus Law di Patung Kuda
Demo Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Depan Gedung Sate Berlangsung Kondusif
Masa Demo Tolak Omnibus Law Mulai Tinggalkan Patung Kuda, Lalin Mulai Dibuka
Mahasiswa Demo Lagi Tolak UU Cipta Kerja, NasDem Sarankan Uji Materi Saja ke MK
Aksi Massa HMI Desak Jokowi Cabut Omnibus Law
Polisi Waspadai Penyusup di Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami