PKS, setia dengan Gus Ipul dan poros baru yang tak masuk akal

POLITIK » BANYUWANGI | 8 Desember 2017 08:00 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menetapkan pilihan di Pilgub Jawa Timur. Partai Dakwah mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas yang telah terlebih dahulu didukung oleh PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Jadi kami berkomitmen mendukung Gus Ipul itu sudah tidak ada perubahan, sudah oke, sudah resmi itu," kata Ketua Bidang Wilayah Dakwah Jatijaya DPP PKS, Sigit Sosiantomo saat berada di Surabaya, Kamis (7/12).

Dukungan PKS ke Wakil Gubernur Jawa Timur itu menjadikan mereka setia pada pria berkumis itu. Sebab, pada Pilgub 2008 dan 2013, PKS juga mendukung Gus Ipul yang menjadi wakil dari Soekarwo.

Sebelum menjatuhkan pilihan ke Gus Ipul dan Azwar Anas, PKS terlebih dahulu membuka peluang membentuk koalisi poros tengah bersama Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tujuannya awalnya yaitu mencari sosok lain di luar Gus Ipul dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Sigit Sosiantomo 2017 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Namun, pada akhirnya Sigit mengakui bahwa koalisi poros baru tak masuk akal. Sebab, belum ada calon yang dimunculkan.

"Poros baru sangat tidak masuk akal, masak sampai saat ini belum tahu siapa yang akan diusung? Kita enggak gabung ke poros baru karena enggak jelas siapa yang mau di dukung. Enggak jelas kan? Pakai yang lama aja lah sudah terbukti," kata Sigit yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR ini.

Sebelum Gus Ipul dan Azwar Anas mendapatkan rekomendasi dari PDIP dan PKB untuk diusung menjadi pasangan di Pilgub Jatim, Sigit mengaku partainya telah terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan Gus Ipul. "Jadi kita sudah mendukung Gus Ipul, karena sebelum PDIP dan PKB memberikan rekom, PKS sudah komunikasi," paparnya.

Dukungan ke Gus Ipul dan Azwar Anas telah disetujui oleh seluruh petinggi partai. Sigit mengakui surat resmi memang belum terbit. Namun, dia menyebutkan surat hanya perkara mudah sebab terpenting seluruh petinggi partai telah setuju untuk mendukung pasangan yang memiliki latar belakang santri dan nasionalis tersebut.

"Kalau PKS sih yang penting orangnya setuju semua, surat dukungan resmi PKS sangat gampang, karena seluruh pengurus sudah mantap dengan Gus Ipul-Anas," katanya.

Jauh hari, PKS memang telah memberi sinyal akan mendukung Gus Ipul dengan Azwar Anas. Wasekjen PKS Mardani Ali Sera menyebutkan partainya memang lebih akrab dengan Gus Ipul ketimbang calon lain.

"Interaksi dengan semua yang paling hampir, paling dekat dengan Gus Ipul," kata Mardani, Minggu (15/10).

Poros baru di Pilgub Jatim awalnya didengungkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Mereka berniat mencari sosok lain selain Gus Ipul dan Khofifah. Partai berlambang matahari putih itu membuka komunikasi dengan Gerindra dan PKS yang kala itu sama-sama belum menemukan calon.

Namun, poros baru menjadi sulit terealisasi. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengakui sulitnya mencari calon di luar Gus Ipul dan Khofifah.

"Enggak ada yang berani melawan Khofifah dan Gus Ipul," kata Zulkifli.

Sampai detik ini, ada dua pasangan calon yang telah mengantongi dukungan untuk maju Pilgub Jatim. Gus Ipul dan Azwar Anas yang didukung PDIP, PKB dan PKS. Khofifah yang dijodohkan dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem dan Partai Hanura.

Baca juga:

Politisi PKS pastikan partainya dukung Gus Ipul-Azwar Anas di Pilgub Jatim

Diserahkan Jokowi, Bupati Anas terima Anugerah Dana Rakca

Kiai Kampung Jatim minta Jokowi segera ganti Khofifah

Inovasi Banyuwangi kembali jadi terbaik, Anas makin pede songsong Pilkada Jatim

Jokowi segera putuskan soal Khofifah maju Pilgub Jatim

(mdk/rzk)