PKS Soal Pertemuan Tokoh Golkar di Kantor Menteri Luhut: Mencederai Etika Politik

POLITIK | 4 Desember 2019 12:50 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan Kantor Kementerian dijadikan lokasi pertemuan para tokoh politik. Hal ini menyikapi pertemuan para tokoh Partai Golkar di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi pada Selasa (3/12).

Di Kantor Luhut B Panjaitan itu, terjadi pertemuan tertutup antara bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Lobi-lobi selama 30 menit itu berujung keputusan Bamsoet mundur dari pencalonan bakal caketum Golkar.

Mardani menegaskan, kantor Kementerian seharusnya menjadi tempat yang bebas dari kepentingan partai tertentu.

"Yang pertama tentu menyayangkan dan sedih. Kementerian itu harus menjadi lembaga negara yang tidak boleh terlibat dalam politik praktis," kata Mardani saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (4/12).

1 dari 3 halaman

Cederai Etika Politik

Menurut dia, meskipun menteri berasal dari dari parpol tertentu, tetap saja tidak elok jika Kementerian digunakan untuk kepentingan partai.

Dia menyebut hal itu sebagai bagian dari sikap menjunjung tinggi etika politik. Apapun alasannya, Kantor Kementerian tidak boleh dipakai untuk kepentingan partai.

"Walaupun menterinya dari partai politik, dia tetap harus punya etika. Tidak boleh pertemuan apa, kita cuma mikir kan, ya kan cuma lima menit. Bukan lima menitnya. Anda sudah mencederai etika itu," tegas dia.

2 dari 3 halaman

Bamsoet Mundur Caketum

Keputusan Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur dari pencalonan Ketum Golkar bikin geger. Terlebih, Bamsoet mundur selang beberapa jam Munas dibuka malam ini, Selasa (3/12).

Bamsoet mundur usai melakukan pertemuan tertutup dengan Airlangga, Aburizal Bakrie (Ical), Luhut B Panjaitan. Pertemuan digelar sekitar 30 menit di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

Salah seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Bamsoet mengungkap isi pertemuan empat tokoh partai beringin tersebut. Dalam diskusi itu, Luhut yang kini menjabat sebagai Menko Kemaritiman menyatakan, dirinya membawa pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

3 dari 3 halaman

Alasan Bamsoet Mundur

Bamsoet menjelaskan, setelah mengamati perkembangan Munas Golkar yang semakin panas. Kedua situasi nasional yang memerlukan situasi politik yang kondusif dan menjaga harapan mempertahankan pertumbuhan ekonomi atas ancaman ekonomi global.

"Kemudian berikutnya adalah nasihat pandangan dan pendapat para senior khususnya wujud dan ketua dewan pembina Aburizal Bakrie menasihati agar setelah melakukan koordinasi dan mendengar masukan dari para dewan pakar," kata Bamsoet di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/12).

Keempat, lanjut Bamsoet, semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama dengan kedua tim ke depannya tidak ada lagi kubu-kubuan, yang ada hanya pro Golkar dan Indonesia maju.

"Maka dengan semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama maka demi menjaga soliditas dan menjaga keutuhan Partai Golkar maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua umum Partai Golkar. (mdk/ray)

Baca juga:
Airlangga Cerita Strategi Pulihkan Citra Golkar di Pemilu Karena Kader Kena OTT
Erick Thohir Apresiasi Mundurnya Bamsoet dari Caketum Golkar
Mundur Jadi Caketum, Bamsoet Ajak Pendukung Jaga Keutuhan Golkar
Munas Golkar, Airlangga Paparkan Capaian Selama Jabat Ketum
Bamsoet dan Airlangga Sepakat Satukan 2 Gerbong

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.