Hot Issue

Polemik Konser Kampanye Pilkada Serentak 2020 di Tengah Wabah

Polemik Konser Kampanye Pilkada Serentak 2020 di Tengah Wabah
POLITIK | 17 September 2020 08:07 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Belum beres masalah banyaknya bakal calon kepala daerah di pertarungan Pilkada Serentak 2020 yang terinfeksi Covid-19. Kini, muncul polemik baru.

Adalah, diizinkannya konser musik saat masa kampanye nanti. Padahal, seperti diketahui pesta demokrasi kali ini digelar di tengah keprihatinan Indonesia bahkan dunia melawan serangan virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memegang pakem yang ada pada Undang-Undang No. 10 Tahun 2016.

"Ada ketentuan dalam undang-undang dan dalam peraturan memang diatur demikian. Bagi KPU tentu tidak mudah juga menghapus bentuk-bentuk kampanye itu karena undang-undangnya masih sama, dasar penyelenggaraan pilkada ini kan masih Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016," kata anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu (16/5).

Oleh karena itu, KPU tetap mengizinkan bentuk-bentuk kampanye yang diatur dalam undang-undang pemilu. Namun, harus ada penyesuaian dengan situasi pandemi yang terjadi saat ini.

"Boleh konser, rapat umum, bazar dengan catatan menyesuaikan dengan regulasi protokol kesehatan dan tentu telah disepakati dalam rapat koordinasi stakeholder," katanya.

Pada realisasinya nanti, model kampanye tersebut, kata dia, frekuensinya diatur dibatasi. Hal itu juga merujuk pada kondisi daerah tempat menyelenggarakan pilkada.

Baca Selanjutnya: Satgas Covid-19 Tegaskan Konser Musik...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami