Politikus Gerindra: Nadiem Ini Sudah Cukup, Setop Sampai di Sini Saja

Politikus Gerindra: Nadiem Ini Sudah Cukup, Setop Sampai di Sini Saja
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim rapat dengan komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar
NEWS | 22 April 2021 11:44 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Polemik hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia dinilai bisa menjadi titik akhir dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ali Zamroni menilai, sudah sepantasnya Nadiem diganti.

"Saya melihat dan berkesimpulan dari fraksi Gerindra, Nadiem ini sudah cukup, setop sampai di sini saja, kalau menurut saya ya. Udah, banyak kok kader atau orang-orang yang mungkin lebih mampu dari dia," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (22/4).

Nadiem, menurut Ali, sudah berulang kali menimbulkan polemik. Misalnya soal peta jalan pendidikan, kisruh organisasi penggerak, tidak masuknya Pancasila dan agama dalam PP Sistem Nasional pendidikan. Dan terakhir polemik kamus sejarah.

Ali mengatakan, pihak Kemendikbud hanya meminta maaf seolah menyepelekan masalah. Padahal polemik kamus sejarah ini cukup fatal.

"Saya rasa ini, kok kalau keteledoran berkali-kali ini ada apa? Ya menurut saya di tengah situasi pandemi seperti ini janganlah buat gaduh seperti itu," katanya.

Komisi X berencana memanggil Nadiem meminta penjelasan mengenai polemik kamus sejarah ini.

"Kita pasti akan meminta rapat kerja dan meminta klarifikasi secara langsung dari Kemendikbud," ucap Ali. (mdk/bal)

Baca juga:
Dukungan PDIP untuk Mendikbud Nadiem Makarim di Tengah Isu Reshuffle Kabinet
Sekjen PDIP Tegaskan Pertemuan Nadiem dan Megawati Tidak Bahas Reshuffle
PKB Soal Pertemuan Nadiem dengan Megawati: Jangan Diasumsikan Manuver Politik
PSI: Setop Zalimi Nadiem Makarim Demi Kepentingan Politik
Gerindra Nilai Tak Ada yang Salah dari Pertemuan Nadiem dan Megawati
Soal Nadiem Bertemu Megawati, PDIP Bilang 'Siapa Saja Bisa Kalau Ada Hal Penting'

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami