Politikus Golkar Ungkap Kader Trauma Ada Dualisme di Tubuh Partai

POLITIK | 7 Desember 2019 17:30 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia berharap isu perpecahan tak lagi hinggap di tubuh partai Golkar. Dia mengungkapkan, kader partai Beringin tersebut trauma dengan dualisme tersebut.

"Putusan musyawarah mufakat itu karena kedepankan Golkar bagaimana supaya tetap solid, tidak pecah. Karena kan isu yang menerpa ada khawatir Golkar terjadi perpecahan lagi, kami trauma 5 tahun lagi pengalaman 5 tahun itu bangun kesadaran baru seluruh peserta munas, jangan diulangi," kata Ahmad saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Dia mengatakan musyawarah mufakat tersebut ditempuh ketika Munas bukan karena Golkar tak demokratis lagi. Malah sebaliknya, lanjut dia, proses demokratis sudah berjalan baik di Golkar.

"Saya kira proses munas berjalan sangat demokratis, prosesnya panjang. Itu menunjukkan proses yang sangat demokratis di dalam tubuh Golkar cuma endingnya yang ditutup dengan musyawarah mufakat," jelas dia.

"Dua tokoh itu bisa duduk bersama akhirnya terwujud dan saya kira itu bagian dari proses demokrasi yang telah dikembangkan di dalam Golkar," tambah dia.

Sebelumnya, ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menutup Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12). Airlangga berterima kasih kepada loyalisnya yang telah bekerja memenangkannya di persaingan caketum Golkar.

Di antaranya, Agus Gumiwang Kartasasmita, Kahar Muzakir, Azis Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia, Adies Kadir, Roem Kono, Melchias Mekeng, Nurdin Halid, Maman Abdurahman dan Happy Bone Zukarnaen.

Setelah itu, dia berterima kasih kepada timses Bamsoet. Yaitu Ahmad Noor Supit, Nusron Wahid, Misbakun dan Robert Kardinal. Dia sepakat dengan Bamsoet pertarungannya sudah berakhir.

"Dan kemarin saya dan Pak Bambang sudah sepakat bahwa tidak ada lagi pendukung Airlangga Hartarto dan pendukung Bambang Soesatyo, yang ada kader partai Golkar, dan saya akan menjadi pemimpin partai Golkar dimanapun berada," ucap Airlangga, Kamis (5/12). (mdk/ded)

Baca juga:
Meutya Hafid Tekankan Partisipasi Perempuan Mengambil Keputusan dalam Demokrasi
Jalur Lobi Airlangga Menang Aklamasi
DPD Golkar Bogor Nilai Pencabutan Moratorium DOB akan Berimbas Positif di Pemilu 2024
Wapres Sebut Munas Golkar Awalnya Gegeran dan Berakhir Gergeran
Wapres Ma'ruf Amin Tutup Munas Partai Golkar
Tutup Munas Golkar, Wapres Ma'ruf Amin Harap Airlangga dan Bamsoet Kompak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.