Politikus PDIP Adian Napitupulu Persoalkan OTT KPK

POLITIK | 19 Januari 2020 19:05 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Anggota DPR Adian Napitupulu mempertanyakan definisi operasi tangkap tangan OTT yang kerap dilakukan oleh KPK. Adian mengatakan, dalam undang-undang hukum pidana di Indonesia tidak ada yang namanya OTT.

"Dimana definisi OTT saya cari dalam kitab undang-undang hukum pidana, yang ada tertangkap tangan. Makna tertangkap tangan ini jadi membingungkan ketika tambah satu kata yaitu operasi," kata Adian di diskusi ILRNS, di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1).

1 dari 1 halaman

Adian mengatakan, peristiwa tangkap tangan bila ditambah kata operasi itu menjadi hal yang terorganisir, sistematis, yang artinya adanya perencanaan penangkapan dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK.

"Contoh dimana ditangkapnya Wahyu, dia ditangkap di bandara, (Agustiani) Tio sebagai perantara ditangkap di rumahnya, lalu pemberi suap ditangkap di restauran Jakarta Pusat. Lalu tangkap tangannya dimana?" kata Adian.

"Bukankah harusnya penerima, pemberi dan perantara ada di tempat yang sama. Bukankah itu dalam persepsi kita tentang tangkap tangan," sambungnya.

Adian mengartikan bahwa tangkap tangan seharusnya terjadi langsung saat adanya transaksi terhadap si pemberi dan penerima suap di satu tempat yang sama. Hal ini yang diminta Adian kepada KPK untuk dapat memperjelas maksud dari operasi tangkap tangan tersebut.

"Hal ini harus dipertegas oleh KPK, karena definisi ini penting jangan kemudian yang bisa memaknai tentang sesuatu hal hanya KPK, rakyat juga harus paham istilah ini. KPK tidak boleh menjadi penafsir tunggal dalam kebenaran," tutup Adian. (mdk/rnd)

Baca juga:
Firli Bahuri: Semua Aktivitas KPK Sesuai Aturan
Ketua KPK Firli Bahuri Yakin Harun Masiku Balik ke Indonesia
Ketua KPK Firli Bahuri Tegaskan Tak Bahas Apapun Bertemu Eks Bupati Muara Enim
KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan di Bengkalis
Terkait Indikasi Dugaan Korupsi Asabri, KPK Tunggu Audit BPK
Ketua KPK Beberkan Pengembangan Kasus Proyek Jalan di Bengkalis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.