Politikus PDIP Kritik Jokowi Bicarakan Isu Reshuffle dengan Influencer

Politikus PDIP Kritik Jokowi Bicarakan Isu Reshuffle dengan Influencer
POLITIK | 26 Februari 2020 17:13 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus PDI Perjuangan Aria Bima mengkritik Presiden Joko Widodo yang bicara soal reshuffle kabinet dengan buzzer. Menurut Aria, pembahasan reshuffle kabinet harusnya dilakukan dengan orang yang lebih berkompeten.

"Jadi siapa, kapan direshuffle selayaknya masalah yang sepenting dan sestrategis itu jangan dibicarakan dengan kelompok atau orang yang tidak kompeten," ujar Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Bima menyarankan Jokowi bicara dengan pakar atau partai politik yang memang mengerti kenegaraan. Namun, Bima mengatakan, reshuffle memang menjadi kewenangan Jokowi.

"Saya melihat kemudian diumumkan untuk reshuffle terserah presiden, yang penting tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Itu penting," tegasnya.

Bima menilai, jika isu reshuffle bikin gaduh akan merembet dengan isu spekulasi politik. Dia khawatir, reshuffle yang seharusnya memperbaiki kinerja kabinet bakal terkikis karena kegaduhan.

"Jadi menurut saya jangan sampai presiden sendiri memancing adanya kegaduhan-kegaduhan politik dan spekulasi politik dengan menyampaikan isu-isu tentang reshuffle. Dan saya berharap presiden tetap memprioritaskan aspek kompetensi dari SDM yang ada," kata dia.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan para influencer atau buzzer di Istana Bogor pekan lalu. Salah seorang buzzer pendukung Jokowi, Dede Budhyarto mencuit di Twitter tentang isu reshuffle bagi menteri yang dianggap tak mampu kerja.

Isu reshuffle kabinet pertama kali diucapkan salah satu pendukung Jokowi, Dede Budhyarto dalam akun twitternya, Jumat, 21 Februari 2020. Dede membeberkan hasil pertemuan para pendukung dengan Jokowi.

Dia menuturkan bahwa Jokowi akan mengganti menteri-menteri yang dinilai kinerjanya tidak bagus. Meski begitu, Dede tak menyebutkan siapa saja menteri yang akan diganti.

"Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi. Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede.

Saat dihubungi Liputan6.com lewat sambungan telepon, Dede tak mau berkomentar soal cuitannya itu. Dia mengaku sedang sakit.

"Maaf ya saya sedang sakit, tidak bisa menjawab. Maaf ya," ucap Dede saat dihubungi. (mdk/ray)

Baca juga:
Temui Presiden Jokowi, Rabithah Al-Alam Ingin Contek Toleransi Indonesia
Jokowi: Hakim Bersih dan Berkualitas Harus Diberikan Penghargaan
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia
Jokowi Bayar Influencer Rp72 Miliar, PKS Ingatkan Soal Transparansi
Jokowi Soal Evakuasi WNI di Diamond Princess: Diplomasi Tak Semudah Itu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami