Politikus PDIP Puji Erick Thohir, BUMN 'Buntung' Jadi Untung

Politikus PDIP Puji Erick Thohir, BUMN 'Buntung' Jadi Untung
POLITIK | 29 Mei 2020 15:43 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Kinerja Menteri BUMN Erick Thohir mendapat pujian. Terlebih, Erick mampu membuat PT Krakatau Steel yang selama ini rugi, menjadi untung.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengapresiasi terobosan yang dilakukan Erick terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah.

Deddy mengatakan, laba yang diperoleh PT Krakatau Steel sebuah kemajuan yang menggembirakan setelah bertahun-tahun merugi dan bahkan diisukan akan bangkrut.

"Sudah lama diketahui bahwa selain keputusan investasi bisnis yang salah beberapa tahun lalu, inefisiensi bahkan mungkin penggarongan adalah penyakit yang paling akut dari PT Krakatau Steel," kata Deddy, dalam pernyataan tertulis, Jumat (29/5).

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil meraih laba bersih sebesar USD 74,1 juta pada kuartal I tahun 2020. Emiten berkode KRAS ini akhirnya mencatat laba dalam 8 tahun terakhir.

Perbaikan kinerja perusahaan di kuartal I tahun 2020 terutama disebabkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8% dan penurunan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5%.

"Karena itu tidak mengherankan ketika manajemen berhasil menekan biaya opex (operating expenses) induk sebesar 31% YoY dan optimalisasi tenaga kerja meningkat sebesar 43%, perseroan berhasil melakukan penghematan biaya sebesar USD 130 juta pada kuartal I tahun 2020," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Menurut anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Utara ini, manajemen Krakatau Steel belum saatnya berpuas diri sebab tantangan internal dan eksternal yang dihadapi masih cukup besar. Oleh karena itu, Deddy menyarankan manajemen

Krakatau Steel dan Kementerian BUMN bekerja sama memanfaatkan momentum ini untuk melakukan restrukturisasi bisnis secara menyeluruh.

"Banyak anak perusahaan yang tidak sesuai core bisnis dan menjadi beban harus dilikuidasi atau dikerjasamakan untuk mengurangi beban dan memaksimalkan energi pada fokus bisnis Krakatau Steel. Perlu direview kembali semua strategi bisnis, kemitraan investasi dan value creation dari bisnis Krakatau Steel," ujarnya.

Deddy berharap agar Kementerian BUMN menerapkan model efisiensi Krakatau Steel ini di berbagai BUMN lain. Masalah semua BUMN itu hampir sama, inefisiensi bisnis yang akut dan fokus serta strategi bisnis yang tidak jelas.

"Saya yakin Pak Erick Tohir sebagai Menteri BUMN memahami dan sudah mulai mengerjakan ini," kata Deddy.

"Saya berharap beliau memimpin restrukturisasi bisnis besar-besaran di BUMN seperti Pertamina, PLN, Telkom, BUMN Karya dan Himbara secara profesional, market base dan bukan dengan PMN," sambungnya lagi.

Dengan demikian, kata Deddy, PMN dapat difokuskan pada BUMN pangan seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), dan PT Pertani (Persero).

“Selain klaster pangan, Kementerian BUMN harus memberikan perhatian kepada klaster industri strategis. Ini penting untuk mengurangi impor di bidang-bidang strategis dan berpengaruh terhadap ketahanan nasional,” ujarnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Penjelasan Menteri Erick Soal Pemberian Dana Rp 152 T ke BUMN
Erick Thohir: 100 Persen BUMN Siap Jalankan Protokol Kenormalan Baru
Menteri Erick Sebut 90 Persen BUMN Terdampak Corona
Erick Thohir Perkirakan Vaksin Corona Ditemukan di Tahun 2021
Menteri Erick: Penerapan New Normal Baru Maksimal Dalam 5 Bulan
Erick Thohir Sebut Baru 86 Persen BUMN Siap Jalankan New Normal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami