Politikus PDIP Usul Jokowi Tunjuk Jaksa Agung dari Internal Kejaksaan

POLITIK | 31 Juli 2019 19:15 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus PDI Perjuangan Herman Hery menilai wajar jika publik mendesak Presiden Joko Widodo tidak menunjuk Jaksa Agung dari kalangan nonparpol. Menurutnya masyarakat memiliki penilaian dan melihat rekam jejak Jaksa Agung saat ini.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menuturkan, mendukung apa yang disampaikan publik bahwa sebaiknya Jaksa Agung tidak berafiliasi dengan partai politik.

"Saya sebagai politisi mendukung apa yang disampaikan masyarakat bahwa sebaiknya penegak hukum dalam hal ini Jaksa Agung atau penegak hukum manapun jangan berafiliasi dengan partai politik," ujarnya ketika dihubungi, Rabu (31/7).

Herman mengusulkan sebaiknya Jaksa Agung dipilih dari Internal Kejaksaan alias jaksa karier. Sebab, menurutnya Jaksa Agung harus memahami internal Kejaksaan.

"Sesuai pengalaman saya selama 15 tahun bermitra dengan Jaksa Agung, pertama saya usulkan ambil calon Jaksa Agung harus dari internal kejaksaan, jaksa karier," kata Herman.

Herman menilai, dugaan jaksa karier bakal antikritik saat menjadi Jaksa Agung hanya prasangka saja. Namun, dia tidak bisa memungkiri ada kelemahan dan kelebihan. Maka itu, menurutnya kembali ke Jokowi memilih orang yang tepat.

"Nah di sini tugas presiden, beliau ada cara menilai. Beliau punya narasumber untuk menilai. Beliau memiliki hak prerogatif untuk memilih orang yang dianggap cocok," pungkasnya.

Diketahui, Jaksa Agung saat ini diemban oleh M Prasetyo yang merupakan kader NasDem. Prasetyo pernah menjadi anggota DPR dari NasDem. (mdk/eko)

Baca juga:
Kejagung Geledah Kantor Kejati Jateng, Ruang Aspidsus Disegel
Penyidik Kejagung Geledah Kejaksaan Tinggi Jateng Diduga Terkait Kasus Korupsi
Politisi PKS Nilai Jaksa Agung Baiknya Diisi Figur Nonpartai
NasDem soal Jaksa Agung: Semua Partai Boleh Melirik, Keputusan Akhir di Jokowi
Soal Posisi Jaksa Agung di Periode Kedua, Prasetyo Serahkan ke Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.