Politikus Senior Golkar Sebut Suara Dewan Pembina Tidak Untuk Satu Calon Ketum

POLITIK | 18 Juli 2019 18:59 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Paskah Suzetta menegaskan sikap Dewan Pembina tidak mendukung salah satu calon ketua umum di Munas. Namun, menurutnya, masing-masing anggota Dewan Pembina mempunyai pilihan dan tidak dapat diartikan mendukung calon tertentu. Contohnya adalah dirinya mendukung Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

"Saya perlu memberikan penjelasan supaya tidak salah memberikan. Dewan pembina mendukung itu salah, kalau secara pribadi tidak masalah. Secara pribadi, saya mendukung Pak Bambang Soesatyo, wajar," kata Paskah di Jakarta, Kamis (18/7).

Pernyataan itu sebagai bentuk klarifikasi dari Dewan Pembina terhadap surat Wanbin Partai Golkar bernomor Nomor: K-21/WANBIN/GOLKAR/2019 Jakarta, tertanggal 25 Juni 2019.

Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan ditandatangani Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan Sekretaris Hafiz Zawawi.

Dia menjelaskan, surat itu sebagai hasil kesepakatan Dewan Pembina Golkar untuk memberikan saran dan pendapat kepada Airlangga. Namun, dia menyayangkan surat itu sampai diketahui publik.

"Ini surat ditujukan saran dan pendapat untuk internal Golkar bukan kepentingan harus di ekspose ke publik. Itu aturan main kelembagaan bukan main keluar ke publik. DPP tidak perlu menyampaikan ke publik," tegasnya.

Selain itu, dia menegaskan, surat itu juga bukan sebagai pemberian dukungan dari Dewan Pembina kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk melanjutkan kepemimpinan.

"Tetapi saya harus menjelaskan surat ini. Jangan sampai timbul interpretatif surat Dewan Pembina Golkar memberikan dukungan ke salah satu calon yang akan maju dalam munas perebutan Ketum Golkar," tuturnya.

Dia merasa harus ada evaluasi di internal Partai Golkar. Dia meminta DPP Golkar segera menggelar rapimnas dengan mengundang seluruh DPD tingkat I untuk mengevaluasi kinerja DPP Golkar secara rinci.

Selain itu, dia mendorong, agar segera dilangsungkan penyelenggaraan Munas. Dia menegaskan, dikeluarkannya surat tertanggal 25 Juni 2019 itu justru memberikan interpretasi berbeda.

"Kelihatannya menjadi interpretatif surat, karena pembina Golkar mengharapkan bahwa pada akhir tahun ini munas. Itu interpretatif bisa November, Oktober, September tidak divonis dewan pembina mendukung bulan Desember. Kami tidak pernah sebut bulan," tegasnya.

Dia menambahkan, dukung mendukung salah satu calon merupakan hak masing-masing dewan pembina Partai Golkar. Namun, tidak dapat mengatasnamakan dewan pembina.

"Saya berkewajiban hadir memberikan respons kepada Bambang (Bambang Soesatyo) dan calon lain. Ini Dewan Pembina, dalam surat lebih banyak calon lebih bagus," tambahnya.

Tiga politisi Partai Golkar turut mendeklarasikan diri bersama Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum untuk bertarung di Musyawarah Nasional (Munas).

Tiga politisi tersebut adalah Ketua Umum Satkar Ulama Golkar Ali Yahya, Dewan Pembina KPPG Ula Nurachwati, dan politikus perempuan Marlinda Irwanti.

Sedianya dalam deklarasi hari ini hadir. Ketua DPP Golkar Indra Bambang Utoyo dan Ketua DPP Golkar Ridwan Hisjam sampai petahana Ketua Umum Airlangga Hartarto. Namun sampai deklarasi ketua umum dibacakan ketiganya tidak terlihat hadir.

Baca juga:
Golkar Godok Lima Nama Calon Menteri Jokowi, Ada Dedi Mulyadi
Luhut Pandjaitan Minta Airlangga Hentikan Upaya Aklamasi di Munas Golkar?
Airlangga Akui Bertemu Empat Mata dengan Luhut Pandjaitan
Deklarasi Caketum Golkar, Bamsoet Ajak Pesaingnya Bersaing Sehat Tanpa Ancaman
Luhut Pandjaitan Temui Airlangga dan Bambang Soesatyo

(mdk/ray)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com