Polres Bogor Petakan 15 Desa Rawan Konflik dalam Pilkades Serentak 2019

POLITIK | 2 November 2019 18:04 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Sehari jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, Kepolisian Resor Bogor memetakan 15 desa rawan konflik. Kapolres Bogor, AKBP M Joni, menjelaskan daerah rawan konflik dilihat dari demografi, keterlibatan ormas serta konflik pernah terjadi pada pilkades sebelumnya.

"Daerah rawan di antaranya Kecamatan Parungpanjang, Tanjungsari, Jasinga, Jonggol dan Babakanmadang. Karena sebelumnya pernah terjadi keributan," kata Joni, Sabtu (2/11).

Dia menjelaskan, Polres Bogor menyebar 2.000 personel di 273 desa peserta Pilkades Serentak 2019, untuk melakukan pengamanan pada hari pungut hitung suara, Minggu (3/11).

"Jumlah itu akan ditambah sekitar 3.000 personel gabungan dari TNI, Satpol PP dan Linmas. Mereka akan di sebar di 273 desa yang akan menggelar pilkades," katanya.

Untuk meredam konflik, Polrea Bogor melakukan pendekatan personal kepada 1.064 calon kades, juga para penyelenggara. Polisi akan melakukan tindakan tegas jika terjadi keributan antar calon kadea maupun pendukungnya.

Sementara Bupati Bogor, Ade Yasin. meminta para calon kades serta pendukungnya saling menahan diri. Tidak mudah terprovokasi isu apapun yang berpotensi terjadinya gesekan.

Ade juga berharap seluruh elemen masyarakat bisa berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskan Pilkades Serentak Kabupaten Bogor.

Beberapa elemen yang dimaksud yakni Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bindes dan lainnya.

"Pilkades ini membuktikan adanya persatuan dan kesatuan, serta semangat kebersamaan dalam mewujudkan pilkades yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan sukses tanpa ekses," tegasnya.

Dia juga meminta para calon kades agar bersaing dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga, semua tahapan yang dilalui sesuai aturan.

"Panitia pilkades jangan condong ke salah satu calon. Harus bersikap netral, agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan aman dan lancar," katanya.

Baca juga:
Rawan Konflik, Pilkades Kabupaten Bogor akan Dijaga 2.256 Aparat Gabungan
Bupati Bogor: Ormas Enggak Usah Ikut-ikutan Ngamanin Calon Kades
Gara-Gara Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Janda di Sragen Diboikot Tetangga
Sepasang Suami Istri di Garut Jadi Calon Kepala Desa
Warga Pertanyakan Tes Seleksi Calon Kades di Tangerang Dipungut Biaya Rp2,5 juta
1.064 Orang Berebut 273 Kursi Kades di Bogor, Ada Calon Lawan Istri Sendiri
Ibu Kota Baru akan Gelar Pilkades Serentak 26 Desember 2019

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT