Posisi di Partai Ini Langganan Jadi Calon Menteri, dari Era SBY hingga Jokowi

POLITIK | 22 Juli 2019 05:30 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Presiden Jokowi tengah mencari calon menteri baru untuk mengisi kabinet kerja jilid II. Tidak hanya dari profesional, tapi juga politikus dari partai koalisi.

Sejumlah partai politik sudah terang-terangan menyodorkan sejumlah nama kepada Presiden Jokowi untuk dipilih sebagai menteri. Siapa yang akan dipilih?

Jika menengok ke belakang, ada kebiasaan presiden terpilih memilih calon menteri dari sekjen partai koalisi. Tidak hanya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tapi juga era Presiden Jokowi. Berikut ini contohnya:

1 dari 4 halaman

Sekjen PDIP Jadi Mendagri

Pada 2014 lalu, Presiden Jokowi melirik Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo untuk menjadi menteri. Tjahjo kemudian ditunjuk sebagai menteri dalam negeri (mendagri) pada 2014.

Tjahjo salah satu menteri yang hingga kini masih bertahan duduk di kursi pemerintahan. Sebelum menjadi sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo juga pernah tercatat sebagai Ketua Umum KNPI dan anggota Partai Golkar.

2 dari 4 halaman

Golkar

Golkar merupakan partai oposisi yang akhirnya bergabung ke pemerintahan Jokowi. Sejak bergabung dengan pemerintah, Golkar mendapat jatah kursi menteri. Presiden Jokowi menunjuk Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai menteri sosial. Idrus menggantikan posisi Khofifah Indar Parawansa yang maju dalam Pilkada Jawa Timur.

Akan tetapi posisi Idrus sebagai menteri sosial tak cukup lama. Dia tersangkut kasus korupsi PLTU-I Riau.

3 dari 4 halaman

PKB

Di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sekjen parpol juga mendapat posisi menteri. Saat itu SBY mengangkat sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal. PKB merupakan partai pengusung SBY pada periode 2004-2009.

Lukman Edy menggantikan mantan Sekjen PKB, Syaifullah Yusuf dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Artinya pada masa SBY sekjen PKB selalu mendapat posisi menteri.

Tak hanya era SBY, pada era Presiden Jokowi juga sama. Pada 2014, saat itu Sekjen PKB Hanif Dhakiri juga ditunjuk sebagai menteri tenaga kerja.

4 dari 4 halaman