PPP Soal Prabowo jadi Calon Menhan: Unik Koalisi Kerja Sama dengan Oposisi

POLITIK | 21 Oktober 2019 19:16 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang pertahanan. Rumor yang paling santer, Prabowo akan menjabat Menteri Pertahanan.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menanggapi santai. Sebab, kata dia, masalah menteri adalah hak prerogatif Jokowi.

"Sama sekali tidak mempermasalahkan karena itu merupakan hak prerogatif dari Pak Jokowi," kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).

Pria yang akrab disapa Awiek ini menilai kejadian ini adalah fenomena unik. Pasalnya sangat jarang partai oposisi gabung ke koalisi pemerintah.

"Ini sesuatu yang unik pihak koalisi bekerjasama dengan oposisi. Yang awalnya berseberangan sekarang masuk. Meskipun tidak semua, tetapi kan kekuatan utama dari oposisi yakni Gerindra itu bergabung dengan koalisi Pak Jokowi," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dengan bergabungnya Gerindra kekuatan koalisi Jokowi di parlemen bertambah menjadi 75 persen. Sehingga, Awiek merasa sudah cukup banyak jumlah partai pendukung Jokowi.

"Kalau ditambah Gerindra kekuatan di parlemen KIK itu sekitar 75 persen itu sudah cukup dominan. Namun kita tetap akan bersikap kritis terhadap program-program pemerintah yang tidak pro-rakyat," ucapnya.

Baca juga:
Tanggapan PDIP soal Prabowo Disebut Bakal jadi Menhan
Prabowo Legowo Jadi Anak Buah Joko Widodo
Gerindra Disebut Dapat 2 Kursi Menteri, NasDem Nilai Masih dalam Batas Toleransi
Senyum Prabowo Seusai Bertemu Jokowi di Istana
Safari Politik Prabowo Berbuah Kursi Menteri dari Jokowi

(mdk/ray)