PPP: UU Pemilu Tak Harus Selalu Direvisi Setiap Pemilu

PPP: UU Pemilu Tak Harus Selalu Direvisi Setiap Pemilu
Penutupan Masa Sidang. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
POLITIK | 26 Januari 2021 12:07 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menilai, UU Pemilu tidak perlu direvisi. Dia mengatakan, UU Pemilu tidak harus selalu direvisi menjelang penyelenggaraan Pemilu.

"Kalau tidak revisi juga bagus. Jadi UU Pemilu tidak selalu direvisi setiap Pemilu," ujar politikus yang akrab disapa Awiek saat dihubungi, Selasa (26/1).

Menurut Awiek, UU Pemilu yang berlaku tidak lagi direvisi maka ada sakralisasi terhadap undang-undang. Wakil Ketua Baleg DPR RI ini bilang, RUU Pemilu diajukan oleh Komisi II.

"Jadi ada semacam sakralisasi terhadap sebuah regulasi. Seperti UU lainnya yang berlaku untuk waktu yang lama. Draf RUU Pemilu itu disusun oleh BKD DPR atas permintaan Komisi II," kata dia.

Ditambah, RUU Pemilu ini akan mengubah banyak aturan yang masih belum terlaksana. Salah satunya aturan penyelenggaraan Pilkada pada 2024 sesuai dengan UU Pilkada.

"Yang belum terlaksana sudah mau diubah. Seperti UU 10/2016 tentang Pilkada serentak 2024 itu mau diubah," ujar Awiek. (mdk/rnd)

Baca juga:
Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Ini Penjelasan Komisi II DPR
RUU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Presiden Turun Menjadi 15 Persen
Anggota KPU Dukung Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah
PAN Tolak Revisi UU Pemilu, PDIP Singgung Sikap Sesaat dan Isu Pinggiran
Tolak Revisi, Ketum PAN Nilai UU Pemilu Masih Bisa Dipakai untuk 4 Kali Pemilu
Ketum PAN Tolak Pembahasan Revisi UU Pemilu
Sekjen Hanura Protes RUU Pemilu: Diskualifikasi Partai Korup dalam Pemilu!

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami