Prabowo: Ketika Dikirim ke Daerah Perang Saya Was-was, Cari Kiai Minta Didoakan

POLITIK | 25 November 2018 10:19 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Walisongo asuhan KH RA Khalil As'sad Syamsul Arifin, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (25/11) malam. Prabowo menceritakan kisahnya saat masih menjadi prajurit TNI. Dia mengaku sering mendatangi ulama dan kiai setiap akan dikirim ke medan perang.

"Dulu waktu muda, ya sudah lah agama kita kurang sering bolos, salat bolos, dulu waktu muda. Jadi ketika dikirim ke daerah perang saya was-was, dosa saya banyak. Maka cari kiai ah, minta didoakan, minta diberi amalan-amalan, iya kan dan kadang kita minta dimandikan karena kita sudah siap mati," kata Prabowo, Sabtu malam.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungkapkan, selama menjadi prajurit dirinya diajarkan untuk selalu mendatangi ulama setempat jika ditugaskan ke daerah.

"Karena itu di tentara kita selalu diajarkan kalau datang ke suatu daerah harus menghadap kiai-kiai, ulama-ulama para habaib minta nasihat," ucapnya.

Selain itu, Prabowo menyatakan bahwa kedatangannya ke tiap pesantren manapun tidak pernah meminta dukungan politik untuk Pilpres 2019, termasuk ke Ponpes Walisongo.

"Saya datang ke pesantren tidak pernah meminta dukungan. Tapi sebagai manusia saya datang berharap mendapat dukungan, boleh kan," ujar Mantan Danjen Kopassus itu.

Baca juga:
Prabowo: Ketika dikirim ke daerah perang saya was-was, cari kiai minta didoakan
Ziarah di Bondowoso, Prabowo Kenang Perjuangan Kiai Ma'shum
Yusril Tantang Prabowo Sumpah Pocong soal 'Partai Buatan Bowo'
Tiap Bulan, Gerindra Publikasi Jumlah Sumbangan dari 'GalangPerjuanganPS'
Sekjen PDIP: Prabowo Pemimpin yang Tidak Paham Sejarah
Sekjen PPP: Prabowo Berpikir dengan Model 'out of date diplomacy'

(mdk/ian)