Prabowo: Kita di-framing bahwa kita ini yang SARA, padahal Pancasilais

POLITIK | 24 September 2018 08:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta Koalisi dan tim pemenangannya berkampanye dengan sejuk dan damai. Dia tidak ingin kampanye dinodai dengan saling cemooh membawa nama Suku, Ras, Agama, Antar Golongan (SARA).

"Kita sepakat tadi pagi melaksanakan kampanye damai, tetapi namanya kampanye yang harus kita utarakan adalah kebenaran, fakta. Kita tidak mau SARA," katanya saat pidato di ramah tamah fraksi Gerindra di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

Dia menuturkan, selama ini pihaknya sering di cap membawa isu SARA. Prabowo menegaskan, dirinya selalu menanamkan jiwa Pancasila.

"Kita telah di-framing bahwa kita ini yang SARA, padahal kita mengerti bahwa kita juga bahkan mungkin lebih Pancasilais dari yang lain-lain. Pribadi saya, saya tidak pernah mau menonjolkan," ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus itu bercerita, dulu dirinya pernah punya anak buah nonmuslim. Prajuritnya gugur untuk membela negara. Dari situ dia sangat paham bahwa minoritas ikut memiliki dan mempertahankan bangsa dan negara.

"Sejak saya muda sumpah saya adalah mempertahankan NKRI, berdasarkan Pancasila beserta undang-undang Dasar 45. Saya tidak ragu-ragu dalam hati saya, memang saya seorang muslim, tetapi saya pernah punya anak buah dari agama lain," tutur Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo sangat paham dengan keberagaman di negara Indonesia. Semua golongan harus bersatu sesuai Pancasila yang diciptakan para pendiri bangsa.

"Jadi saya yang paling paham bahwa Indonesia memang harus berdiri bersatu, semua agama, semua suku, semua ras semua etnis harus bersatu, harus hidup rukun dan damai," imbuhnya. (mdk/eko)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.