Prabowo-Sandi Punya Solusi 'Move On' Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

POLITIK | 15 Maret 2019 14:08 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar membuktikan jika mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto terlibat pelanggaran HAM. Dalam sebuah video viral, Agum mengaku tahu dimana para korban penculikan dibunuh dan dikubur.

"Tolong diserahkan bukti-bukti yang dimilikinya, supaya bisa diproses. Saya yakin Pak Prabowo juga sangat mendukung," kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Jakarta, Jumat (15/3).

Menurutnya, pemerintah sudah punya mekanisme untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat. Sandiaga heran kasus itu kerap muncul di tahun politik.

"Pelanggaran berat HAM sudah ada mekanismenya diserahkan dan pemerintah sudah punya kesempatan 5 tahun, kenapa baru di ujung seperti itu," ucap Sandiaga.

Terkait hal itu, bagi Sandi, negara sulit mencapai masa depan bila terus berkutat di masa lalu tanpa ada penyelesaian secara tuntas. Dia berharap, pernyataan Agum merupakan pintu untuk pemerintah menyelesaikan pelanggaran HAM secara konkret.

"Kalau kita lihat spion terus, kita bisa bisa enggak dapat orientasi yang baik untuk masa depan. Jadi kita harap ini jadi pengingat kita dan apa yang diungkapkan oleh Pak Agum tersebut harapan kita adalah yang terakhir kali untuk disampaikan supaya dituntaskan karena kalau tidak sangat merupakan jadi cacat setiap proses lima tahun demokrasi," tuturnya.

Menurutnya, masyarakat bisa menilai sendiri maksud tujuan Agum mengungkapkan hal tersebut. Meski begitu, Sandiaga menganggap mantan gubernur Lemhannas itu sebagai keluarga.

"Masyarakat sudah bisa menilai sendiri. Kalau misalnya Pak Agum kan bagian dari tokoh-tokoh yang sangat kita hormati, saya sangat menghormati senior kita Pak Agum dan itu sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri," tuturnya.

Sandiaga bersama Prabowo menawarkan terobosan untuk menyelesaikan kasus HAM masa lalu supaya tidak menjadi bahan dalam pemilu lima tahunan.

"Kita akan buat suatu mekanisme jika Prabowo-Sandi terpilih agar isu masalah HAM berat masa lalu itu bisa terselesaikan, kita move on dari isu tersebut. Dan mekanismenya sedang disusun seperti mirip truth and reconcilation console yang ada di Afrika Selatan waktu itu, dan mereka berhasil move on dari masalah masalah masa lalunya," pungkasnya.

Baca juga:
Sandiaga Senang Jokowi Mulai Perhatikan Lapangan Kerja Karena Dikritik Oposisi
Badan Siber Pastikan Situs KPU Aman dari Serangan Hacker Sampai Pemilu 2019
Sandiaga Tak Khawatir Diserang Ma'ruf Amin di Debat Cawapres
Lagi Minum Kopi, Jokowi Didoakan Dua Periode oleh Ibu-Ibu di Toba Samosir
Jubir BPN: AHY Lapor ke Prabowo, Rakyat Antusias Ingin Ganti Presiden
Sudah Ada BPNT dan Bidikmisi, Kartu Sakti Baru Jokowi Bisa Tumpang Tindih
Ma'ruf Amin: Saya Siap Jalani Debat Pilpres

(mdk/rnd)