Prabowo soal walk out: SBY penuh perhitungan, teliti dan tertib

POLITIK » MAKASSAR | 23 September 2018 16:37 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) balik kanan dari acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas lantaran ada atribut kampanye relawan Projo (pendukung Jokowi) yang dianggap melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto baru mendengar kabar tersebut. Menurutnya, bila benar ada pelanggaran pada acara Deklarasi Kampanye Damai, KPU mesti menindak.

"Saya pokoknya saya ingin baik saja, kalau memang ada aturan yang dilanggar, KPU harus bertindak," katanya di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

Prabowo sendiri lebih santai melihat sikap peristiwa tersebut. Namun, Mantan Danjen Kopassus ini sangat mengenal karakter SBY. Menurutnya, mantan Presiden ke-6 RI tersebut selalu melakukan hal dengan perhitungan yang cermat.

"Saya yakin pak SBY melakukan sesuatu dengan penuh perhitungan, saya kenal orangnya sangat teliti, sangat tertib, mungkin saya orangnya agak santai," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, SBY kecewa karena parpol lain membawa atribut kampanye saat acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta Pusat pagi tadi. Dia juga risih lantaran ada teriakan yel yel yang diduga provokatif oleh simpatisan pendukung Jokowi.

Demokrat hanya membawa atribut yang disediakan oleh KPU. SBY pun meninggalkan tempat dan menitip pesan kepada Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan di lokasi.

"Pak Hinca, pak Hinca, ini bukan dari KPU kan? anu di kita yang tertib karena yang lain melanggar semua, jadi saya sudah tahu saya. Bapak yang mimpin, nanti kalau ditanya pak SBY, pak SBY sengaja meninggalkan tempat karena Demokrat tertib sesuai dengan aturan, tapi yang lain sudah berkampanye, sudah gitu saja," kata SBY kepada Hinca di lokasi.

Terpisah, Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean berujar geram banyak kelompok lain yang membawa atribut diluar ketentuan KPU. Dia pun menuding kepada kelompok simpatisan Capres Jokowi.

"Dari KPU jelas edaran dan keputusan yang kami terima adalah tidak boleh ya melarang kampanye membawa alat peraga kampanye karena semua disediakan oleh KPU, dan kami mengikuti aturan itu dan ternyata yang lain tidak mengikuti dan kami merasa terjebak didalam euforia permainan sekelompok pendukung pak Jokowi," ujarnya.

Lanjutnya, saat rombongan SBY melintas relawan Projo (Pro Jokowi) mengibarkan bendera. Menurutnya, hal ini tidak adil dalam deklarasi yang bertajuk damai ini.

"Kami lihat disitu ada bendera projo, dan bahkan posko projo, ini kami anggap ketidak adilan didalam deklarasi kampanye damai, maka Pak SBY bersama Pak Zulkifli Hasan ya menyatakan protes dan meninggalkan acara lebih awal," tuturnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
SBY walk out, Sandiaga juga mengaku diprovokasi pendukung Jokowi
Teriakan 'Bang dukung Jokowi' bikin SBY walk out
Prabowo Subianto: Rakyat kita ingin keadilan dan kemakmuran
Airlangga tegaskan Golkar tak gunakan kampanye hitam untuk menangkan Jokowi
Kesaksian Sekjen PAN dengar yel-yel Projo yang bikin SBY walk out
Kampanye damai Pemilu 2019, Sulsel tak ingin kembali masuk kategori zona rawan
Komitmen hadirkan Pemilu damai di Serambi Mekkah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.