Presiden Jokowi Ditagih Megawati untuk Cari Pengganti Mahfud dan Ma'ruf di BPIP

POLITIK | 3 Desember 2019 21:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri meminta agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera mengangkat pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud Md. Keduanya dulunya merupakan anggota Dewan Pengawas BPIP.

Mega mengatakan bahwa setelah Ma'ruf Amin menjadi Wakil Presiden dan Mahfud Md menjabat Menko Polhukam, personel di BPIP menjadi berkurang. Untuk itu, dia kembali mengingatkan Jokowi segera mencari pengganti untuk menggantikan posisi keduanya.

"Sampai hari ini belum ada penggantinya. Saya berulang kali ingatkan beliau, kami masih kurang," kata Megawati dalam acara Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/11/2019).

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menjelaskan bahwa tugas BPIP sangat berat sebab memiliki beban untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila di setiap masyarakat. Terlebih, kata Mega, ideologi Pancasila makin lama makin dibelok-belokkan.

"Tugas yang diberikan ke kami sangat berat sekali karena punya beban bagaimana ideologi pancasila itu yang sebenarnya sudah ada di dalam sanubari kita, tapi karena perjalanan waktu pancasila itu dapat dikatakan dibelak-belokkan," jelasnya.

Megawati sendiri mengaku awalnya dirinya terheran-heran saat diminta Jokowi menjadi Ketua Dewan Pengarah BPIP. Padahal, dirinya adalah Presiden ke-5 RI. Kala itu, Megawati yang berada di luar negeri dihubungi langsung oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Beliau yang memilih, kok beliau kebangetan ya, saya ini kan pensiunan Presiden ke-5 kok diturunkan ke unit kerja," ucapnya saat bercanda.

Namun, begitu mengetahui bahwa tugasnya untuk menanamkan ideologi bangsa, Megawati menjadi tak mempermasalahkannya. Bahkan, dia mengaku senang saat mengetahui bahwa Buya Syafii Maarif, Ma'ruf Amin, hingga Try Sutrisno menjadi anggota dewan pengarah BPIP.

"Begitu itu untuk sebuah ideologi bangsa ya saya terima," ujar Megawati. (mdk/ded)

Baca juga:
BPIP Belum Ada Ketua Definitif, PKS Nilai Pemerintah Tak Serius Mengurus Pancasila
BPIP Tegaskan Ormas Bertentangan dengan Pancasila Jangan Diberi Izin
Anggota Komisi III Pertanyakan Tujuan SKB 11 Menteri Padahal Sudah Ada BPIP
BPIP Tanggapi Agnez Mo: Harusnya Bangga Jadi Orang Indonesia
DPR Dukung Penguatan BPIP Melalui Undang-undang
BPIP: Penyebaran Hoaks Lemahkan Nilai Pancasila

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.