Presiden PKS: Arah Demokrasi Mengalami Kemunduran Jadi Lebih Buruk

Presiden PKS: Arah Demokrasi Mengalami Kemunduran Jadi Lebih Buruk
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 20 Agustus 2021 15:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmas Syaikhu menilai demokrasi di Indonesia masih terjebak pada prosedural. Menurutnya, arah demokrasi dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mengalami kemunduran dan lebih buruk dibanding pemimpin sebelumnya.

"Indonesia masih terjebak pada demokrasi prosedural tapi belum naik kelas menjadi demokrasi substansial, bahkan di periode pemerintahan Presiden Joko Widodo arah demokrasi mengalami kemunduran, demokrasi menjadi lebih buruk dibandingkan kepemimpinan sebelumnya," katanya dalam pidato kebangsaan di HUT ke-50 CSIS, Jumat (20/8).

Dia menilai, demokrasi saat ini sudah keluar dari fitrahnya. Menurutnya, pasca reformasi Indonesia belum mampu melakukan konsolidasi demokrasi.

"Hari-hari ini kita menyaksikan bahwa demokrasi kita mengalami kemunduran dan keluar dari fitrahnya, setelah lebih dari dua dekade pasca reformasi, Indonesia belum mampu melakukan konsolidasi demokrasi," ucapnya

"23 tahun reformasi sudah berjalan sudah 5 kali pemilu, dan 4 kali pemilihan presiden secara langsung tanda tanda konsolidasi demokrasi belum berjalan sesuai harapan," ungkap Syaikhu.

Dia menyebut, bahwa demokrasi sudah putar haluan ke arah otoritarianisme. Menurutnya, hal itu seperti diungkapkan para ilmuwan politik.

"Para ilmuwan politik menilai bahwa pemerintahan hari ini melakukan putar haluan dari demokrasi prosedural ke arah otorotiratianisme," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Presiden PKS: Anies Potensial Maju Capres 2024
Rakornas Putuskan PKS Jadi Oposisi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
Fahri Hamzah Tagih Rp30 M, Ini Tanggapan Presiden PKS
NasDem Pastikan Pertemuan Surya Paloh & Presiden PKS Hanya Silaturahmi
Presiden PKS Tak Mau Menebak Arah Politik PAN

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami