Presiden PKS: Kita Saksikan Ada Dalam Koalisi Tapi Diam-Diaman

POLITIK | 14 November 2019 19:38 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan rekonsiliasi antara partai oposisi dan partai pemerintah bukan hal yang mustahil. Kata dia, rekonsiliasi antara oposisi dan pemerintah lebih baik dari pada berkoalisi tetapi tidak saling bicara.

"Kita akan tunjukkan kepada masyarakat bahwa rekonsiliasi dalam posisi sebagai oposisi bukan sesuatu yang mustahil. Bisa kita lakukan, justru kita menyaksikan ada dalam koalisi ternyata diam-diaman. Jadi seperti silent reconciliation, rekonsiliasi dalam diam," kata Sohibul Di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Menurutnya, negara akan rugi jika rekonsiliasi tidak dilakukan secara dinamis. Padahal, kata Sohibul, rekonsiliasi bisa memecahkan masalah di Indonesia.

"Ya negeri ini rugi kalau ada rekosiliasi dalam diam, rekonsiliasi harus dinamis, konstruktif, agar banyak persoalan di negeri ini bisa terselesaikan," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

PKS Tegaskan Oposisi

Sohibul menegaskan partainya akan tetap berada di barisan oposisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Keputusan itu sudah diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Bidakara, Kamis (14/11).

Sohibul menjelaskan keputusan itu diambil dari hasil keputusan Badan Pekerja Majelis Syura atau DPTP. Kemudian disetujui oleh Majelis Syuro.

"Yaitu Majelis Syuro menerima dan menegaskan apa yang sudah menjadi keputusan yang diambil oleh Badan pekerja Majelis Syuro atau DPTP PKS akan tetap di luar pemerintahan Pak Jokowi," Kata Sohibul. (mdk/rnd)

Baca juga:
Rakornas Putuskan PKS Jadi Oposisi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
Salim Segaf Soal Pelukan Sohibul-Paloh: Kalau Ada Pemilu Sekarang Naik Suara PKS
Fahri Hamzah Tagih Rp 30 M, Ini Tanggapan Presiden PKS
PKS Buka Peluang Koalisi dengan Partai Pemerintah di Pilkada 2020
Sekjen Gelora: Kader PKS Pindah Karena Merasa Tidak Nyaman Lagi