PSI Gelar Konvensi Lewat Debat Kandidat Untuk Pilkada Surabaya

PSI Gelar Konvensi Lewat Debat Kandidat Untuk Pilkada Surabaya
PSI Gelar debat calon walikota. ©2020 Merdeka.com/istimewa
POLITIK | 4 Juli 2020 22:25 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menggelar debat bakal calon Wali Kota Surabaya. Debat ini merupakan bagian dari Konvensi PSI untuk Kepala Daerah Surabaya 2020.

Panelis yang bertugas untuk menggali jawaban para kandidat adalah Dr. Rusdianto Sesung, Ahli Pemerintahan dan Otonomi Daerah serta Dekan Universitas Narotama Surabaya. Panelis kedua adalah Wasekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas.

Kedua panelis mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tajam dalam menggali potensi para kandidat konvensi Calon Walikota Surabaya. Berdasarkan undian, Dr. Rusdianto Sesung mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada Zahrul Azhar dan Sally Azaria, sedangkan Danik Eka Rahmaningtyas menggali jawaban dari Dwi Astutik, Budi Santoso, dan Andy Budiman.

Rusdianto Sesung mengajukan pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan oleh Zahrul Azhar dalam mengatasi gap besar antara Retribusi dan Pajak Daerah.

Menurut Zahrul Azhar, hal itu terjadi karena kurang rapinya dalam manajemen pengelolaan retribusi dan adanya potensi kebocoran PAD sampai 10-15%.

Bila diberi amanah menjadi Walikota Surabaya, Zahrul Azhar akan melakukan transparansi dan revitalisasi data yang ada di Surabaya.

"Serta me-remanajemen dan mengurangi kebocoran-kebocoran yang ada di beberapa sektor," jelas Zahrul, Sabtu (4/7).

Danik menanyakan kepada Dwi Astutik, apa strategi yang akan dilakukan untuk meminimalisir tingkat pengangguran dengan latar belakang pendidikan SMA di Surabaya.

"Selain melakukan pemetaan, maka salah satu cara adalah bekerjasama dengan berbagai pihak menyiapkan BLK-BLK untuk menyiapkan lulusan SMA untuk siap kerja," jawab Dwi Astutik.

"Selain itu, ribuan UMKM bisa bekerja sama dengan anak-anak lulusan pekerja sehingga mereka bisa menjadi pengusaha muda dan membantu UMKM yang sudah siap dimasukkan ke dalam digital marketing dan menjadi marketing place nantinya," lanjut Dwi Astutik.

Baca Selanjutnya: Pertanyaan tentang masalah tata kota...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami