PSI: Setop Zalimi Nadiem Makarim Demi Kepentingan Politik

PSI: Setop Zalimi Nadiem Makarim Demi Kepentingan Politik
Nadiem Makarim di Papua Barat. ©Liputan6.com/Yopi
NEWS | 21 April 2021 16:11 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Ketua DPP PSI Tsamara Amani Alatas membela Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Pasalnya Nadiem menuai kritik di tengah isu reshuffle kabinet.

Kritikan yang muncul baru-baru ini yakni hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia. Akibat hal ini, Nadiem dikritik sejumlah pihak.

"Isu reshuffle kabinet yang beredar di media seminggu ini menghasilkan keriuhan politik salah satunya serangan tajam kepada Mendikbud Nadiem Makarim," kata Tsamara dalam keterangannya, Rabu (21/4).

Tsamara mengungkapkan, terakhir Nadiem dituduh menerbitkan buku Kamus Sejarah yang tidak mencantumkan pahlawan nasional yang juga pendiri Nahdatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari.

Dia menjelaskan, Kamus Sejarah Indonesia terbitan Kemendikbud itu dibuat pada era mantan Mendikbud Muhadjir Effendi. Tsamara menilai kamus tersebut pun belum dicetak.

"Pertama, fakta menunjukkan buku Kamus Sejarah itu dibuat pada tahun 2017 ketika Mendikbudnya Muhadjir Effendi, bukan Nadiem Makarim. Kedua, sesuai dengan keterangan resmi Kemendikbud, Kamus Sejarah itu masih berupa draf dan oleh karena itu belum dipublikasi," ujarnya.

Oleh sebab itu, Tsamara meminta sejumlah pihak untuk tidak menyerang Nadiem Makarim. Tsamara meminta kritik yang disampaikan ke Nadiem bersifat konstruktif bukan fitnah.

"Maka, stop serang dan zalimi Mas Menteri Nadiem Makarim demi kepentingan politik jangka pendek. Mas Menteri tentu saja tidak sempurna. Kritik boleh saja bahkan dianjurkan. Tapi kritiklah dengan substansi yang kuat untuk perbaiki dunia pendidikan kita, bukan kritik yang menjurus kepada fitnah," ucapnya.

Di sisi lain, Tsamara menilai ada pihak yang membocorkan draf itu ke publik. Tsamara meminta pihak terkait untuk mengusut dugaan tersebut.

"Selain itu, pelaku pembocoran draf Kamus Sejarah yang kemungkinan besar dilakukan dari dalam tubuh birokrasi Kemendikbud harus diusut tuntas," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
PKB Soal Pertemuan Nadiem dengan Megawati: Jangan Diasumsikan Manuver Politik
Gerindra Nilai Tak Ada yang Salah dari Pertemuan Nadiem dan Megawati
Basarah Ungkap Isi Pertemuan Mendikbud Nadiem dengan Megawati
Diskusi Dua Jam, Ini yang Dibahas Megawati dan Nadiem Makarim
Soal Nadiem Bertemu Megawati, PDIP Bilang 'Siapa Saja Bisa Kalau Ada Hal Penting'

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami