Puan dan Prananda Dipersiapkan Megawati Pimpin PDIP ke Depan

POLITIK » MALANG | 3 Agustus 2019 03:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Aria Bima menyebut bahwa antara dua putra putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Prananda Prabowo dipersiapkan untuk memimpin PDIP. Menurutnya, Megawati yang paling tahu akan hal itu.

"Saya kira ibu Mega yang tahu persis bagaimana menyiapkan kedua putra dan putrinya ini yang penting bagaimana PDIP lima tahun ini akan mampu menjalankan tugas kepartaiannya," kata Aria di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

Aria tak mau menduga apakah keduanya dipersiapkan untuk mengganti Megawati di kongres PDIP 2019 mendatang. Namun, pemimpin partai banteng di 2024-2029 tak cuma mengandalkan karismatik Megawati, tapi jiwa muda.

"Inilah yang saya kira kepemimpinan 2024 2029 tidak hanya mengandalkan kewibawaan kharismatik seperti Ibu Mega sekarang ini. Tetapi karisma sebagai cucu bung Karno putra putri Megawati ya itu tidak dipungkiri karena pendukung PDIP itu banyak yang Soekarnois yang banteng banteng lama turun menurun," jelasnya.

"Mau enggak mau tahu diri lah orang kaya Aria Bima untuk lebih berkarisma dengan cucunya bung Karno," sambungnya.

Kemudian, pemimpin idaman PDIP ke depan juga mesti lebih modern dan fungsioner. "Itu idaman organisasi PDIP ke depan sebagai partai modern dengan tidak kehilangan roh ideologis," pungkasnya.

Tidak Ada Ketua Harian dan Waketum PDIP

Bima juga mengatakan, tak ada penambahan struktur posisi ketua harian dan wakil ketua umum dalam kongres V PDIP mendatang. Menurut dia, belum ada kebutuhan partai menambah posisi tersebut.

"Saya belum melihat pentingnya struktur sekarang ini ada ketua harian dan waketum," kata Bima.

Dia menyebut, posisi ketua bidang yang ada saat ini sudah cukup karena terkait dengan hal strategis ketua umum partai. "Karena kekuatannya ada di ketua bidang dan disitu lebih pada bagaimana hal menyangkut strategis di ketum, yang operasional di sekjen," jelasnya.

Kemudian, penambahan struktur tersebut bukanlah tradisi PDIP. Sebab adanya struktur akibat kebutuhan program dan kegiatan. "Jadi ada kecenderungan tradisi wakil ketua dan ketua Harian tidak akan ada di keputusan kongres," tandas Bima.

Baca juga:
Jokowi Dinilai Tidak Tertarik Menjadi Ketua Umum PDIP
Kongres V PDIP akan Tetapkan Kembali Megawati Jadi Ketua Umum
PDIP Ancam Ambil Alih Ketua MPR
PDIP: Idealnya Pilih Pimpinan MPR dengan Musyawarah Bukan Voting
PDIP Dapat Posisi Ketua DPRD Malang Raya
Tolak Usul PDIP, PKB Tak Setuju Kemendag Digabung dengan Kemenperin

(mdk/bal)