Puan Maharani tak yakin Golkar akan membelot dari Jokowi

POLITIK | 11 Juli 2018 18:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani tak yakin apabila Partai Golkar akan mundur dari partai koalisi pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Puan, sampai saat ini partai berlambang pohon beringin itu masih menyatakan dukungan terhadap Jokowi.

"Sampai sekarang kan Golkar menyatakan akan bareng bersama pak Jokowi. Itu yang kita pegang," kata Puan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/7).

Puan juga tidak mempermasalahkan sikap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mengadakan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Selasa 10 Juli 2018 kemarin.

Puan berpendapat, pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi antar sesama tokoh politik.

"Menurut saya silaturahmi, bisa saja dilakukan, bukan tidak mungkin dilakukan, tapi silaturahmi bisa dilakukan di luar politik," terang Puan.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Airlangga mengatakan pertemuan di rumah SBY itu membahas situasi politik saat ini.

"Komunikasi mengenai keadaan politik dan kerja sama antarpartai, selalu terbuka komunikasinya," ujar Airlangga usai bertemu SBY, Selasa 10 Juli 2018 kemarin.

Dalam pertemuan itu, Airlangga mengaku tidak membahas koalisi untuk Pilpres 2019.

"Belum ada (membahas koalisi). Ini kan kita mengomunikasikan dengan beliau," ucap Menteri Perindustrian itu.

Partai Demokrat sendiri saat ini, belum memutuskan akan berkoalisi dengan siapa dan mendukung siapa dalam Pilpres 2019. Sementara Golkar, sudah lama mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi untuk maju kembali di Pilpres 2019.

Dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar di Kediaman SBY, Senin 9 Juli 2018, partai mendorong agar putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, bisa maju dalam Pilpres.

Namun, suara Demokrat tidak cukup untuk mengusung sendiri pasangan capres-cawapres sehingga perlu dukungan parpol lain.

Reporter: Hanz Salim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ancaman dan sinyal perpecahan koalisi PKS-Gerindra
Jokowi soal cawapres: Sepuluh mengerucut ke lima
Kader NTB kecewa sikap elite Demokrat ancam sanksi Tuan Guru Bajang
Cawapres untuk Jokowi yang masih menjadi misteri
Sudirman Said: Prabowo pertimbangkan Anies Baswedan jadi Cawapres
NasDem puji Mahfud MD, mahaguru yang cocok dengan Jokowi


(mdk/rnd)