Puan Soal Gerindra Dinilai Layak Gabung Koalisi: Harus Dimulai Silaturahmi

POLITIK | 25 Juni 2019 11:40 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nonaktif, Puan Maharani tidak menutup kemungkinan jika Partai Gerindra ingin bergabung bersama pemerintah untuk membangun Indonesia. Namun, kata dia, gerakan itu harus diawali dengan silaturahmi terlebih dahulu.

"Saya rasa itu harus dimulai dengan silahturahmi toh sekarang ini kita sama-sama menghormati proses-proses yang ada," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6).

Wanita yang menjabat sebagai Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini menjelaskan, untuk membangun bangsa tentu perlu ada jalinan hubungan yang baik. Salah satunya melalui pertemuan atau silaturahmi.

"Dan setelah ini Insyaallah kita akan lakukan silahturahmi-silaturahmi dalam rangka menuju bersama-sama membangun bangsa Indonesia bagaimana di mana ya harus ada Good Will niat baik dari kita semua bersama untuk mau membangun bangsa ini bersama dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, ada partai di internal koalisi pendukung Presiden Joko Widodo yang berpendapat Gerindra merupakan partai paling pantas ditawari untuk bergabung. Apabila koalisi memutuskan menambah anggotanya.

"Ada juga yang berpendapat kalau pun partai koalisi di pemerintahan akan datang mau bertambah, Gerindra pantas ditawari," kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Menurut Arsul, beberapa partai di Koalisi Indonesia Kerja memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra. Sebab dianggap partai pimpinan Prabowo Subianto itu bersikap gentle dalam kontestasi Pemilu ini.

Baca juga:
Dinilai PPP Layak Gabung Koalisi Jokowi, Gerindra Serahkan ke Prabowo
Kubu Jokowi: Gerindra Pantas Ditawari Masuk Pemerintahan
Gerindra Evaluasi 10 Tahun Oposisi, Berpeluang Gabung Jokowi?
10 Bulan Wagub DKI Kosong, Mendagri Bilang 'Kuncinya di Partai Pengusung'
BPN Harap MK Beri Izin Hadirkan Saksi Sebanyak-banyaknya

(mdk/eko)