Rajut Kembali Persaudaraan Setelah Pemilu 2019

POLITIK | 7 Mei 2019 18:35 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Agenda politik tahun 2019 tidak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga menimbulkan ketegangan di masyarakat. Masyarakat menjadi mudah terpancing emosi ketika mendapat informasi provokatif dan menyesatkan.

Peneliti Senior Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama, Ahmad Syafii Mufid mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjalin silaturahmi terlebih di bulan Ramadan. Dia merasa prihatin kalau masyarakat masih terbelah akibat beda pandangan saat Pemilu lalu.

"Bolehlah berkontestasi, tetapi secara jujur, adil dengan menggunakan pikiran, hati dan perasaan secara baik, utuh, manusiawi," kata Ahmad dalam keterangannya, Selasa (7/5).

Dia mengamati di media sosial masih banyak kampanye negatif atau kampanye hitam dari masing-masing pihak terhadap lawannya. Menurut Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta ini, hal tersebut menjadi problem yang harus diselesaikan.

"Karena bangsa ini sudah terkotakan. Orang yang netral, berada di tengah-tengah pihak dan berusaha bijaksana sudah ditarik ke sana-ke sini untuk membuat pernyataan ini itu, dukungan kepada kelompok ini itu. Sehingga ketika terjadi pemilahan sosial semacam ini tentunya menjadi sulit siapa yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Tentunya ini problem serius buat bangsa kita saat ini," katanya.

Diakuinya, dengan kondisi seperti itu tentunya agak sulit untuk mencari sosok netral yang bisa menjadi panutan masyarakat. Untuk itu mantan Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta ini meminta kepada seluruh umat membangun perdamaian.

Dia mencontohkan seperti di Semarang ada acara 'Warak Ngendog' menyambut Ramadan. Warak Ngendok bermula dari ajaran para wali di zaman dahulu. Warak itu diibaratkan makhluk rekaan yang merupakan persatuan dari berbagai etnis sebagai upaya menjaga kehormatan dan perilaku serta akhlak.

"Karena hidup ini adalah sebuah ujian untuk kita agar bisa beramal dan berbuat baik untuk negara dan bangsa," tandasnya.

Baca juga:
Real Count KPU Sudah 70 Persen, Selisih Suara Jokowi dan Prabowo Mengejutkan
5 Caleg Muda Anak Pengusaha Kaya Indonesia Lolos ke DPR di Pemilu 2019?
Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kota Jakarta
Hari Keempat Rekapitulasi Suara Pemilu Luar Negeri Tak Dihujani Interupsi
Kapolri Paparkan Mekanisme People Power atau Akan Dianggap Makar

(mdk/did)