Rakernas PAN Sempat Ricuh soal Pembacaan Tata Tertib hingga Dilerai Amien Rais

POLITIK | 7 Desember 2019 16:15 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Rakernas PAN (Partai Amanat Nasional) yang ke lima yang diselenggarakan di Hotel Millenium Jakarta, pada Sabtu (7/12). Sidang yang bertujuan menentukan tempat dan tanggal Rakornas 2020 sempat terjadi ricuh.

Hal ini, disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay bahwa kejadian ricuh tersebut dipicu karena adanya perbedaan pendapat saat sedang pembacaan tata tertib (tatib).

"Ada sebagian teman-teman yang menginginkan agar tatibnya itu tidak usah dibacakan, ada sebagian yang mengatakan sudah baca saja satu per satu, akhirnya semua mau bicara," ujar Saleh di lokasi Rakernas PAN, Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Akhirnya sidang sempat diskors selama 15 menit dan setelah melapor kepada ketua umum, ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) dan majelis penasehat partai. Sidang kembali dimulai.

"Saya kira tiga tokoh simbol kejayaan PAN ini sudah datang tadi di forum, selesai lah dengan tidak ada masalah. Jadi sesederhana itu masalahnya jadi tidak ada hal-hal yang berprinsipil dalam persoalan yang tadi," papar Saleh.

Dan akhirnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais memasuki ruang forum untuk meleraikan sejumlah kader yang sedang beradu argumen.

"Istighfar tiga kali, Astaghfirullah. Ayo kita mulai sidang lagi sejernih mungkin. Duduk duduk," ucap Amien Rais.

Selain Amien Rais, Zulkifli Hasan juga sempat naik ke forum untuk meleraikan kericuhan yang terjadi. "Selain peserta seluruh keluarga. Tidak berkepentingan silakan keluar ruangan," tegas Zulhas.

1 dari 1 halaman

PAN Putuskan Gelar Kongres Maret 2020

PAN telah usai menggelar Rakernas V pada hari ini, Sabtu (7/12/2019). Agenda dalam Rakernas yang digelar selama seharian itu membahas mengenai lokasi dan waktu Kongres PAN V.

Menurut Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Rakernas tersebut telah memutuskan untuk menggelar Kongres V PAN paling lambat pada Maret mendatang.

"Pelaksanaan kongres akan selambat-lambatnya akhir Maret, boleh Februari, boleh Januari boleh Maret, boleh pertengahan boleh akhir," kata Yandri usai Rakernas di Hotel Millenium Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Yandri, para DPW PAN memiliki animo yang tinggi untuk menjadi tuan rumah dalam kongres tersebut. Hal ini dibuktikan dengan terdapat sembilan DPW PAN yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah kongres itu.

"Artinya DPD, DPW luar biasa dalam ikut andil hajat lima tahunan dan itu kita ucapkan terimakasih," ucapnya.

Yandri menyebutkan sembilan DPW yang dimaksud ialah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Papua, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan lain sebagainya.

Namun, kata Yandri wilayah yang potensial ialah Sulawesi Tenggara. Pasalnya DPW ini sejalan dengan kriteria yang ditentukan dalam Rakernas.

Kriteria yang dimaksud salah satunya adalah berdasarkan pemenang pemilu. "Kemudian jumlah hotel dan lain sebaginya. Kemudian kader-kader dari eksekutif berapa banyak kesiapan di lapangan bagaimana," kata dia.

"Nah itu akan diputuskan di DPP nanti," ia melanjutkan. (mdk/ded)

Baca juga:
Ketum PAN Sebut Jualan Surga dan Neraka Tak Laku Lagi
Pendukung Zulhas Teriak 'Lanjutkan', Amien Rais Sebut 'Ini Bukan Partai Kampungan
Zulhas Ingatkan Caketum PAN Tak Saling Hujat, Diyakini Tak Aklamasi
Gelar Rakernas, PAN Matangkan Jadwal Kongres untuk Pilih Ketum Baru
Pengurus DPD PAN Ungkap Diklaim Sepihak Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketum Lagi
Pendiri PAN Ingin Ada Perubahan Kepemimpinan di Partai

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.