Rantai Persahabatan Jokowi-Prabowo dan Sinyal Rangkul Gerindra

POLITIK | 2 Juli 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. Penetapan dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak semua gugatan sengketa Pilpres yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kekalahan kedua kalinya ini diterima dengan legawa oleh Prabowo. Meski dua tokoh ini bertarung di pagelaran Pilpres, pada kenyataannya mereka menjalin persahabatan. Secara blak-blakan keduanya mengakui persahabatannya tak akan putus hanya gara-gara panggung politik.

Di sisi lain, Jokowi ingin merangkul Gerindra apabila ingin bergabung dengan pemerintah. Berikut adalah ulasan persahabatan Jokowi-Prabowo:

1 dari 4 halaman

Rantai Persahabatan Tak akan Putus Usai Pilpres

Saat sesi terakhir debat keempat beberapa waktu lalu, Capres Joko Widodo ( Jokowi) bercerita jika ketika naik sepeda rantainya sering putus. Namun Jokowi berjanji persahabatannya dengan Prabowo Subianto tak akan pernah putus. Mantan wali kota Solo itu tetap ingin bersahabat meski pertarungan Pilpres telah usai.

"Sering, ketika sedang naik sepeda, rantainya putus. Tapi percayalah pada saya, Pak Prabowo, rantai persahabatan kita, rantai persahabatan saya dengan Pak Prabowo yakinlah tidak akan pernah putus," kata Jokowi.

Mendengar pernyataan itu, Prabowo mengangkat tangan dan mengangguk. Riuh suara pendukung meramaikan ruangan debat kala itu.

2 dari 4 halaman

Prabowo Sebut Hanya Berbeda Soal Kenegaraan

Prabowo Subianto mengaku menjalin persahabatan dengan Jokowi. Namun karena menjadi lawan politik mereka dianggap bermusuhan. Padahal yang berbeda hanya masalah politik, sementara keduanya bersahabat.

"Jadi bagaimana ya, saya ini juga bersahabat dengan beliau. Kalau kami berbeda, kami berbeda tentang kenegaraan," jawab Prabowo pada sesi terakhir debat keempat beberapa waktu lalu.

"Kita pun tidak akan putus persaudaraan kita. Kita berjuang untuk rakyat sama-sama biar rakyat yang menentukan yang terbaik untuk bangsa," sambung Prabowo.

3 dari 4 halaman

Tawaran Khusus untuk Gerindra

Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin merangkul oposisi untuk bergabung ke pemerintahan, terutama Partai Gerindra. Jika Gerindra sepakat rekonsiliasi dan mau bergabung dengan kubu Jokowi-Ma'ruf, maka ada 2 tawaran yang diberikan.

"Tentu saja ada 2 tawaran sebagai bagian dari bargaining. Bisa posisi di pemerintahan atau juga di parlemen," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai Partai Gerindra harus jadi partai pertama yang ditawari masuk koalisi Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sebab, Partai Gerindra sudah bersikap ksatria. Selama ini Gerindra telah memberikan contoh berpolitik yang baik. Salah satunya dengan membawa sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebagai penghormatan ya harus kalau memang disepakati nanti perlu bertambah itu Gerindra harus mendapat kesempatan pertama untuk ditawari. Kenapa begitu, karena sebagai lawan politik Gerindra itu ya baguslah gentle," kata Arsul.

4 dari 4 halaman

Gerindra Serahkan ke Prabowo

Gerindra menilai wajar saat kubu Jokowi menganggap partai pimpinan Prabowo Subianto ini layak bergabung dalam koalisi pemerintahan. Namun Gerindra belum bisa memastikan apakah akan menerima tawaran gabung ke pemerintahan atau tidak. Semua itu tergantung keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Soal menerima atau menolak tawaran itu sepenuhnya hak Pimpinan Pak Prabowo Subianto akan membicarakan dengan dewan pembina, Dewan Pakar, DPP, dan DPD, DPC, se-Indonesia," kata Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid. (mdk/has)

Baca juga:
Menengok Sejarah Gerindra yang Selalu Pilih Jadi Oposisi
Rantai Persahabatan Jokowi-Prabowo dan Sinyal Rangkul Gerindra
Terlindas Truk, Istri Mantan Sopir Pribadi Jokowi Meninggal Dunia
Jokowi Bahas Kabinet dengan Parpol Koalisi Usai Bertemu Tim Kampanye
Jokowi Akan Bersilaturahmi dengan Yusril dan Tim Hukum Malam Ini di Bogor
Airlangga Ajak Ketua DPD Golkar se-Indonesia Bertemu Jokowi di Istana